Monday, 16 December 2013

error,"Sebuah pilihan"

"Bisakah kamu kembali? Di sini membutuhkanmu"

Suara itu terngiang terus di telinga. Bimbang? Ya! Tapi ada banyak keindahan yang melarangku mempertimbangkannya... Semua itu tentang lembaran masa silam yang bisa dibilang suram...

"Seperti biasa, pion maju di depan. Lalu disusul lo, lo, dan lo. Gue dan inti ada setelah itu." Hm, itu adalah bidangku, bagian menyusun strategi. Bukan sebuah hal yang indah mungkin, ini sebuah pekerjaan penuh tantangan. Perempuan yang ada di situ hanya aku, sementara yang lain adalah lelaki dengan jiwa nekat! Atau mungkin berarti aku adalah perempuan dengan jiwa yang lebih nekat dari mereka? Haha, entahlah...

Aku berada di sebuah dunia yang jelas berbeda dengan duniaku sekarang. Duniaku saat ini adalah dunia yang tenang, yang jauh dari suara teriakkan dan jauh dari suara amarah juga benci. Ya, dunia dulu adalah dunia yang penuh dengan dendam. Mati, kematian, bukan hal yang menakutkan lagi. Beberapa temanku kehilangan nyawa, juga sahabatku, lil bro.

"Bisakah kamu kembali? Di sini membutuhkanmu"

Masih saja suara itu mengiang di telinga. Beberapa menit yang lalu suara itu datang lewat ponsel.

Dunia gemuruh yang sibuk di saat semua terlihat tenang. Mengendap dalam gelap, mengunci suara, tapi bergerak terus maju dengan semangat harus menang! Tergeletak mati, atau mellihat ada yang mati... Terbunuh, atau membunuh... Piihan yang selalu saja ada. Menang, atau kalah... Menang berarti uang, kalah berarti susah... Susah, karena harus berpikir keras untuk bisa menang!

Duniaku sekarang adalah dunia nyaman, tenang, dan damai... Haruskah kutukar menjadi suara gemuruh itu lagi, dan tersenyum mendengar dentang denting suara dari atm yang terus bernyanyi? Jawabannya adalah TIDAk!! Adalah indah melihat senyuman damai nyawa kecilku dalam lelap impiannya, sambil kuhitung tetes hujan yang ditampung dalam baskom di belakang rumah yang bocor... Damai ini adalah pilihanku untuk kehidupan nyawa kecilku...

"Aku tak akan pernah kembali. Buku strategi dalam otakku sudah kubakar habis. Damaiku adalah cinta bagi nyawa kecilku..." Dan kata terakhir yang kuingat dari ujung sana adalah,"Good, keputusanmu selalu bisa membuatku terpana." Lalu kulihat GUSTI pun tersenyum dalam doaku...

-error- 15 des 13






Saturday, 14 December 2013

error,"Interviewee itu tidak lulus"

Seperti biasa ada interview yang harus dikerjakan, karena itu salah satu bagian dari job descriptionku. Interviewee saat itu seorang wanita cantik yang melamar posisi analis. Dari performance, kulihat oke, wellgroome. Rapi, bersih, tidak berlebihan. Bagus kok. Sewaktu interview berlangsung pun dia menjawab dengan baik, sopan, dan menguasai materi yang harus dijawabnya. Tapi sayang sekali, aku tidak bisa merekomendasikan dia untuk diterima menjadi analis di perusahaan kami. Bosku bertanya apa ada yang salah dari orang tersebut hingga aku tidak merekomendasikannya untuk diterima sebagai analis.

Interview selama 30 menit itu berlangsung dengan amat lancar. Tapi jadi tidak berarti sewaktu dia menjawab sebuah pertanyaanku, mengapa dia tertarik menjadi analis. Jawabannya di luar dugaan, bahwa dia tidak tertarik menjadi analis. Dia tidak suka menjadi analis. Yup, cukup sampai di situ. Interview pun selesai.

Jangan sekali-sekali melamar job position yang tidak disukai, tidak sesuai, karena bisa jadi pemicu stress (stressor) yang mengganggu hidup yang sedang dijalani. Cuma itu yang aku sampaikan pada interviewee tersebut. Enjoy dengan pekerjaan yang dimiliki, pasti lebih sehat.

Yuk, kerjakan apa yang ada dengan senang hati...


Salam senyum,
error













error,"Amarah"

Saat ini aku mau bercerita tentang kemarahan yang kemarin pagi aku lihat.

Aku melihat dari dekat matanya yang penuh dengan amarah, dan suaranya yang bergetar menahan emosi, juga terlihat dari tangannya yang bergetar karena luapan kemarahan yang ditahan, dan akhirnya dibantingnya mug berisi teh yang tadinya ada di atas meja kerjanya. Aku tidak bergeming, tetap memandangnya dengan penuh perhatian, sesekali mengangguk, tersenyum memandang wajahnya yang terlihat mengeras. Lalu aku pun bangkit, menyalaminya, dan berkata,"Terimakasih, aku keluar dulu, mau bereskan pecahan mug yang berserakan di lantai." Aku berjalan ke pantry, mengambil majun, lap tebal yang memang tersedia banyak di sana. Ternyata dia mengikutiku, mengambil sapu dan pengki. "Aku bertanggung jawab atas mug yang pecah, aku masih kuat membersihkannya sendiri." Ujarnya padaku. Aku tersenyum, dan mengatakan bahwa aku hanya ingin membantunya membereskan lantai ruangan yang penuh dengan air teh dan pecahan mug yang berserakkan.

Sebuah kemarahan kutemui di pagi hari, dan itu bukan kemarahan untukku, aku hanya sebagai tempat baginya mencurahkan cerita yang mengganjal di hatinya. Luapan emosinya benar-benar klimaks, setelah akhirnya dibantingnya mugnya sendiri. Seorang sahabat mengatakan padaku, jika itu terjadi pada dirinya, pasti dia akan balas menggebrak meja, dan balas meneriaki orang itu. Aku tersenyum, dan berkata,"kalau gue, rasanya mendengarkan kemarahan itu dan mencerna apa penyebab kemarahan dan melihat hasil dari meluapnya amarahnya itu adalah hal yang terpenting, dibanding membalas kemarahannya. Bagaimana bisa membalas kemarahan yang sebenarnya jelas bukan untuk gue?" Sewaktu aku mendengarkan kalimat kemarahannya, aku bertanya,"Marah pada saya?" dan aku mendapat jawaban,"Bukan, maaf, bukan marah padamu."

Setelah kejadian itu, semua berjalan biasa kembali. Ya, orang yang marah sangat mungkin melakukan kesalahan karena kemarahan menyebabkan kehilangan kemampuan pengendalian diri dan penilaian objektif. Kemarahan dapat memobilisasi kemampuan psikologis untuk tindakan korektif. Namun, kemarahan yang tak terkendali dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup pribadi dan sosial. Memanage kemarahan itu penting. Jangan sampai kemarahan yang meluap dari dalam diri itu mengganggu diri kita sendiri...

Mau marah? Boleh aja, asalkan dengan cara yang baik dan benar. Tapi apa ga lebih asik tersenyum??


Salam Senyum,
nita error


Monday, 9 December 2013

error,"Berubah"

Semalam ada perubahan di blog ini. Sebuah perubahan yang memang diniati untuk menyiasati diri agar bisa produktif lagi menulis, agar bisa lebih sensitif, lebih tanggap dalam menangkap dan mencerna setiap kejadian yang ada. Ya, mengganti penampilan blog. Penampilan blog ini memang beberapa kali ganti, mulai dari template, lagu, tapi blog keseharian ini tetap dengan dominasi warna gelap, hitam. Ya, hitam. Warna hitam itu warna kesukaan gue sejak kecil.

Semangat, semangat, semangat!

Senyum, senyum, senyum!

Siapa bisa mengubah dunia? Diri kita sendiri. Dunia pasti berubah jika kita merubah diri, merubah cara pandang kita. So, gue sekarang merubah blog gue, supaya dunia blog berubah. Ya berubah, ada blogger yang mengubah penampilan blognya... :D


Salam senyum,
error


Sunday, 8 December 2013

error,"Menulis lagi? Ya menulis terus!"

Sejak bulan September 2013 kemarin energi menulis hilang karena memang banyak permasalahan yang harus dihadapi, dijalani, dan benar-benar menghabiskan energi gue. Tadi gue diam merenung (tsaaah, merenung!), mempertanyakan pada diri sendiri, kemana imajinasi yang biasanya berlari-lari di kepala ni menyembunyikan diri? Padahal biasanyanya dengan lancarnya gue menulis apa pun yang terjadi, apa pun yang gue lihat, apa pun yang ada. Ufh, ternyata jawabannya adalah gue jadi kurang sensitif dalam melihat sesuatu. Sensitif, yup, gue jadi kurang , kurang tanggap dalam kejadian-kejadian yang datang setiap kali, berbeda dengan sebelumnya, yang lebih sensitif, lebih tanggap dalam melihat kejadian yang ada. Makanya sebelum itu ue bisa menulis apa pun dengan santai aja.

Saat ini gue sedang berusaha mensensitifkan diri dalam setiap kejadian, bukan enjadi pribadi yang sensitif mudah terbawa emosi marah loh ya..., tapi berusaha bisa menangkap dengan baik semua kejadian yang ada, dan menyimpan dalam otak, dan membiarkannya berkembang menjadi sebuah pemikiran, sebuah imajinasi, yang bisa ditangkap, dicerna, dan akhirnya membiarkan jari bicara. Bebaskan diri dari penjara masalah yang sudah membuat lumpuh cerita!

Semoga usaha gue berhasil, amin. Dan gue sedang membiasakan lagi menuliskan apa yang ditangkap, dan dicerna oleh diri gue. Semua ini karena gue meyakini satu hal, bahwa kita semua hadir di dunia sebagai pencerita. Buktinya kita suka sekali mengobrol dengan teman, baik nyata mau pun maya. Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak bicara tentang segala sesuatu. Itu berarti kita adalah pencerita. So, tulis, tulislah, sehingga ada banyak orang yang mendengar cerita kita, cerita positif. Dan itu termasuk ibadah, varena berarti mengajak orang lain membaca. Bukankah GUSTI ALLAH pun memerintahkan untuk membaca? Baca, Bacalah.

Tarik nafas dalam-dalam, pejamkan mata, jangan ketiduran (haha!), dengarkan imajinasi dalam otak, tangkap, dan biarkan jari bicara... Yea!


Salam senyum,
error





Saturday, 7 December 2013

error,"Celana batik"

Waktu itu gue beli celana panjang batik di pasar Famili, pasar perumahan tempat gue tinggal. Sewaktu gue mau pulang, dengan masih tenteng-tenteng belanjaan yang lumayan bikin otot jadi heboh, karena kebetulan gue pergi belanja sendirian, hiks! Biasanya sih bareng Esa, atau Ngka, atau bisa jadi bareng Pink. Nah kalau bareng Ngka atau Esa, hehe, lumayan ada penenteng belanjaan, dan emak ini bebas aja tangannya lenggang sana sini. Hahaha, makanya gue seneng belanja bawa anak. Sedangkan kalau bareng Pink, ya gue tenteng sendiri. Ga tega Pink nenteng belanjaan berat. Eh ngelantur ceritanya...! Lalu mata ini tetiba melihat celana panjang batik digantung di sebuah toko. Langsung deh terbayang di mata, Ngka dan Esa mengenakan celana panjang batik. Weh, keren juga, gitu deh kata emak ini dalam hati. Singkat cerita, ya jelas disingkat aja ceritanya, kalau ga disingkat, pasti panjang banget karena ada acara tawar menawar yang ga sukses! Haha, gue memang penego buruk di pasar... Fiuch, lap keringat dulu deh, mengakui kekalahan yang telak pada si cici penjual celana batik. "Ga dimahalin deh." Gitu kata si cici. Lah gue cape juga nawar tapi ga berhasil... Gue mau berlatih keras lagi supaya bisa menawar harga dengan jitu!! Hedeh, lah kok jadi OOT... Oops, maaf ya sodara sodari... Celana panjang batik ada di kantong plastik hitam, gue masukkan di bagasi motor. Wah senengnya si emak bawa oleh-oleh untuk 2 cowok tercinta di rumah. Pasti Ngka dan Esa seneng deh.

Sampai di rumah Ngka dan Esa juga Pink asyik di depan lepi, ngegames bertiga. Hal yang biasa terjadi. Inilah anugerah indah tak tertandingi... Sewaktu mereka melihat tentengan di tangan, terburu-buru mereka membantu emak tercintanya ini. Bangganya gue jadi emak dari 3 nyawa kecil yang beranjak tumbuh kembang remaja.

"Ma, apa ni?," tanya Esa sambil mengacungkan kantong pllastik hitam isi celana panjang batik.

"Oh, celana panjang batik buat Esa dan Ngka", jawab gue.

"Asik, makasih Ma," jawab Esa, dan Ngka hampir berbarengan.

Waktu terus berlalu, tapi gue ga pernah lihat Ngka dan Esa mengenakan celana batik yang gue beli di pasar. Sayang juga kan tuh celana panjang batik, dah dibeli kok cuma dicuekkin aja. Akhirnya celana panjang batik itu gue yang mengenakannya. Sekali, dua kali, eh akhirnya ada juga yang protes, karena merasa itu celana panjang batiknya. Ya gue dengan tenang dan santai menjawab, sayang cuma dicuekkin aja, gitu. Yang protes cuma nyengir...

Satu hari, deng deng deng..., haha, gue lihat celana panjang batik dikenakan juga! Dan sejak saat itu celana panjang batik ga dicuekkin lagi. Ternyata selalu ada solusi santai untuk permasalahan yang berhubungan dengan anak-anak tercinta di rumah.


Salam senyum,
error


Friday, 6 December 2013

error,"Pohonnya habis? GUBRAAAk!!!"

Hujan deras hampir setiap hari, dan itu membuat jalanan menjadi penuh lubang-lubang baru, dan lubang atau si bolong itu tetap ada hingga musim hujan berikutnya datang. Iya, jalanan menjadi bolong sana, bolong sini. Dan sewaktu air hujan menggenangi jalan, wah, seperti sulap, lubang, bolong si jalan hilang! Hehehe, iya aja hilang, kan tertutup air hujan yang menggenang, malah lelbih heboh lagi, tidak ada jalan berlubang, tidak ada lagi bolong-bolong jalan sewaktu hujan! Hahaha, tertutup banjir! Bukan karena sudah diperbaikiiii... Hahaha! Eh, seharusnya tertawa atau menangis ya menyikapi kondisi seperti ini? Menangis mungkin ya yang lebih tepat. Hiks...!


Waktu-waktu sebelumnya, hujan yang menggenang, lalu berubah menjadi banjir itu membuat jalanan menjadi subur banget. Banyak pepohonan yang tiba-tiba tumbuh di jalan. Pohon berbagai jenis. Waaah, suburnyaaa, tiba-tiba pohon itu sudah lumayan besar, karena pengendara motor dan mobil bisa melihat dengan jelas ada pepohonan di jalan! Oops, ternyata itu pepohonan yang diletakkan sengaja oleh orang-orang, atau masyarakat setempat agar pengguna jalan menjadi waspada bahwa jalan tersebut berlubang, bolong, tepat di tempat yang bepohon tersebut. Ide kreatif, peringatan pertama pada pengendara (P3k versi jalan berlubang). Tindakan cepat untuk pengurangan terjadinya kecelakaan. Yang harusnya berkompeten dalam bolong-bolong lubang si jalan kok tidak bergerak memperbaiki ya? Hayo siapa hayo yang harusnya bergeraaak? Tanya ini tidak berjawab, yang ada suara "GUBRAAAk!!!" Oops, apa itu? Ada pengendara motor yang jatuh karena masuk dalam si bolong lubang jalan. Pohon sudah habis, sedangkan lubang lubang bolongnya jalanan masih banyak...


Salam senyum,
error

Thursday, 5 December 2013

NOVEL!

Proyek Monumental 2014? Oops, sebenarnya aku punya proyek yang seharusnya sudah diselesaikan sejak beberapa bulan lalu, tapi terhenti karena keadaan yang benar-benar di luar kemampuanku. Dimulai dari sakitnya anakku, harus mengurus bapak yang akan dioperasi, dan masih banyak hal lain yang semuanya tentang keadaan kesehatan anak-anak, orangtua, juga yang akhirnya membuat kondisi kesehatanku pun turun. Aku berusaha sekuat tenaga, tapi ternyata aku tidak bisa menyelesaikan, aku benar-benar berhenti. Ufh, menyedihkan.

Proyekku adalah menyusun sebuah novel, yang sebenarnya sudah ada, aku hanya harus menulis ulang saja. Setiap kali hendak meneruskan tulis ulang novel tersebut, selalu ada masalah yang harus ditangani secara serius dan khusus, hingga menguras energiku, dan tulis ulang itu terhenti lagi. Padahal novel itu akan kupersembahkan untuk 3 anakku, Ngka, Esa, Pink, yang biasa kusebut sebagai kasapink.

Sekarang semoga keadaan membaik, hingga proyekku bisa terlaksana. Novelku berjudul "Maaf, Mas, Aku Mencintaimu", dan sekarang sedang kugarap lagi, sedang dalam penyelesaian.

Proyek Monumental? Pasti kujawab,"NOVEL!"

Salam,
error

error,"Oh ibu dan ayah, anakmu mengantuuuk..!!"

Mengantuk? Ya tidur saja. Yup, betul banget. Mengantuk? Ya tidur! Tapi bagaimana kalau si anak yang masih balita mengantuk di motor? Posisi dibonceng di belakang, sendirian, mata si anak mulai kedap kedip mengantuk, laluuu...? Oops, ga mau deh membayangkan hal buruk.

Seringkali sewaktu gue pergi berkendara di jalan raya, gue lihat ibu atau bapak memboncengkan anak yang masih balita dengan sepeda motor, dengan posisi anak di belakang. Aduh, bayangin aja, anak itu masih kecil, tangannya pun ga bisa memeluk ibu atau bapak sepelukan utuh! Ya ga siih, ibu atau bapak kan lebar, gitu loh! Sedangkan tangan si anak yang kecil imut itu panjangnya ga sampai selingkarang tubuh ibu atau bapaknya! Dalam keadaan mengantuk, pegangan atau pelukannya pasti melemah, dan pasti itu bahaya banget! Geregetan melihat keadaan demikian. Apakah harus celaka terlebih dahulu baru si ibu atau bapaknya sadar bahwa itu berbahaya? Ga safety banget, gitu loh...

Bukan karena sok care atau sok sayang, tapi memang kita sebagai orangtua pastilah sayang terhadap anak. Dengan alasan apa pun, apa ga ada tindakan yang lebih aman dibanding itu? Gue bukan orang yang ahli dalam bidang safety, tapi rasanya miris melihat anak terkantuk-kantuk di motor boncengan belakang sendirian. Yang udah tua aja bahaya kok kalau mengantuk di boncengan motor. Solusinya sih sebetulnya gue juga ga tahu ya, cuma mungkin lebih bagus kalau anak balita gitu dibonceng di depan aja kali ya, atau ya menunggu anak tersebut ga mengantuk, atau yaa, ada orang dewasa yang tidak mengantuk yang menjaga di boncengan belakang. Gue sendiri sih, membonceng anak selalu di depan sewaktu mereka masih kecil. Khawatir tuh anak jatuh...

Sekedar cerita tentang miris...

salam senyum,

error

Tuesday, 3 December 2013

error,"Dunia anak yang hilang"

Ini kejadian tahun lalu, saat pagi berangkat kerja naik angkot. Di perjalanan, ada 2 orang anak kecil yang naik, dan ternyata pengamen. Yang seorang kira-kira berusia 6 tahun, dan yang satunya kira-kira masih berusia 3 tahun! Astaga, anak seusia ini seharusnya ada di rumah dalam nyamannya kasih sayang orang tua, atau sekolah dengan tenang, riang bersama teman-temannya, bukan berlari-lari mengejar angkot, bernyanyi dengan suara tak jelas, bernyanyi yang entah lagu apa, dan berusaha mendapat uang belas kasih penumpang.

Aku duduk diam memperhatikan dua anak yang duduk di dekat pintu. Segala rasa kacau ada di dada. Ingatanku melayang pada tiga anakku di rumah. Bersyukur bahwa aku masih bisa menyekolahkan mereka. Saat itu terlintas di fikiranku, apa yang memotivasi mereka mengamen begini? Siapa yang menyuruh mereka mengamen? Dimana dunia anak yang didengungkan setiap saat? Mana pendidikan yang indah untuk mereka? Ada banyak anak pengamen di sini. Dan mereka ada di jalanan saat jam-jam sekolah, bahkan hingga malam. Miris rasanya melihat pemandangan ini.

Pernah beberapa waktu lalu aku pergi ke sebuah tempat makan fastfood di dekat rumah. Saat itu sudah malam. Sewaktu aku ke toilet, ada dua orang anak perempuan juga antri untuk masuk toilet. Salah satu anak itu tidak menggunakan sandal. Aku menegurnya agar menggunakan sandal, karena toilet adaah tempat yang jorok, apalagi toilet umum. Jawabannya mengejutkan, babhwa dia memang tidak menggunakan sandal, sandalnya rusak. Aku bertanya dengan siapa mereka datang. Dalam hatiku, pastilah mereka bersama orangtuanya, karena itu sudah malam. Jawabannya lebih mengejutkan lagi, bahwa mereka datang bersama teman-teman naik angkot, mau mengemis! Usia mereka 7 tahun dan 9 tahun, perempuan. Salah satu dari mereka bercerita,"Ibu sama adik bayi, bapak main kartu. Adik banyak di rumah. Bapak sama ibu ga tahu kok saya pergi ke sini. kadang-kadang tahu saya pergi, tapi ga apa-apa kok. Cari uang itu bagus, kata bapak sama ibu saya". Lemas rasanya mendengar penuturan itu. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Cuma diam. Lalu aku tunggu dua anak perempuan itu selesai dari toilet, dan kupesankan apa yang mereka mau. Menurut pegawai yang ada di sana saat itu,"Biasa bu, anak-anak itu setiap malam ada di depan sana. Bisa sampai pagi."

Apa yang ada di benakmu tentang hal ini? Tentang dunia anak yang hilang karena kemiskinan. Aku cuma bisa merasa kasihan, dan berdoa untuk hidup mereka agar bisa menjadi baik, tanpa bisa berbuat apa-apa. Ada begitu banyak anak dalam dunia seperti ini. Anak-anak yang terperangkap dalam dunia yang seharusnya bukan milik mereka, dunia anak milik mereka hilang karena kemiskinan... Duh!


Salam,
error


Friday, 29 November 2013

error,"Santet"

Pernah terbayang ga, ada beling di tempat ga terduga? Halah si error, apa pula maksudnya? Hehe, ini llagi mau bicara tentang beling-beling yang ada di badan. Hah? Maksud lo? hehe, monggo dibaca aja deh...

Beberapa waktu lalu, anak gue dengan ringan berkata ke gue, gini,"Ma, beling."

Hm, bukan satu hal yang aneh kan melihat beling? Jadi gue cuma mengangguk aja waktu itu.

Lanjutannya dari anak gue,"Jari ajaib." Gue agak bingung mendengar itu, jari ajaib? Hmm??

Dan ini penjelasan dari anak gue yang ada di luar nalar gue sebagai manusia,"Mama, belingnya keluar dari jari"

WHAAT??? Dari jari anak gue keluar beliiing?? Mana mungkiiiin??? Tapi itu sebuah kenyataan, karena beberapa hari setelah itu, gue menemukan beling besar di telapak tangan gue sendiri, sewaktu gue sedang menangkupkan dua telapak tangan gue menjadi satu seperti posisi berdoa. Beling! Darimana beling itu berasal? Tetiba ada begitu saja. Aneh... Lalu disusul kejadian-kejadian aneh lainnya.

Menurut beberapa orang yang 'pintar', hehe, orang dengan IQ tinggi gitu? Bukaaaaaaaan..! Orang pintar di sini tuh orang yang termasuk paranormal, bahwa beling dan hal-hal aneh lainnya itu bisa saja ada karena unsu
r magic. Santet. Ufh, ngeri benerrrr.... Gue sering mendengar tentang santet, tapi ga terbayang kalau santet ada di hidup gue dan anak-anak gue. Tapi ya sudahlah, biar aja... 

GUSTI memiliki cerita indah untuk hidup, jadi berpasrah padaNYA pasti adalah hal indah... Apapun yang terjadi dalam hidup, pasti adalah yang terbaik dari GUSTI... Menjadikan setiap kejadian hidup sebagai pendewasaan diri. Menjadikan pelajaran agar lebih mendekatkan diri pada GUSTI.

Ga pengen membahas tentang santetnya ah...

Berbahagia selalu, itu takdir kita sebagai manusia...

Salam senyum,
error






















Thursday, 28 November 2013

error,"satu saat, ya satu saat nanti..."

satu saat tentangmu akan kubuang ke jurang tak berdasar...
aku lelah membawa smua kisah
dan smua rasa
yang semestinya memang tak pernah ada

satu saat nanti
aku akan hapus tentangmu
dan tak ada sisa setitik pun tertinggal
aku ingin lelap
tanpa imaji warnamu

satu saat nanti
aku akan berjalan dengan tenang
dan tak kan menengok ke arahmu
ya,
satu saat nanti...
bukan skarang...

#error dalam kantuk,dalam jaga,dalam imaji...kamu??hm!

error,"rasa ini cuma milikku sendiri"

apa yang harus kukatakan padamu?
tentang rindu?
tentang rasa?
tentang segala anganku tentangmu?

mungkin lebih baik diam
dan menikmati rasa ini sendiri
karna
saat tangis rinduku menggema
kudengar tawamu di setiap sudut huruf rinduku

jadi
biar saja menjadi
milikku sendiri...


#error

error,"Terkunci dalam hati sendiri"

rasanya seperti bodoh...
menunggu di sini tanpa sebuah kepastian
rasanya memang bodoh...
memandang ke arah luar tapi terkunci di dalam
kenapa masih saja bodoh...
dan
membuka jendela
dan
melompat keluar
dan
cuma aku yang tau...

#error

error,"GUSTI, ini untukMU"

GUSTI,
perjalanan tadi sungguh luar biasa
mendung
hujan
terang
gerimis
hujan deras
angin kencang
terang
hujan angin
terang
gerimis
tiba di rumah, lalu guyuran hujan bagai tumpahnya samudera langit!
kuasaMU tiada berbanding...

GUSTI,
sekarang aku leyeh-leyeh sambil membuka lembaran kerja kantor yang mendadak harus selesai cepat
ditemani nyawa kecil yang sedang duduk di depan televisi
ah GUSTI,
kasihMU tiada pernah berhenti!

GUSTI,
sehari ini nafasku diisi kebahagiaan
denyut nadiku digetarkan oleh cinta
detak jantungku dipenuhi kasih
sehari ini
adalah hariMU
yang sungguh menakjubkan bagiku
yang merupakan anugerah terindah dalam diri
hidup...
ya GUSTI,
hidup ini memang anugerah terindah
dan
sungguh
aku tersenyum syukur karenaMU...

GUSTI...
TERIMAkASIH...


Tuesday, 26 November 2013

error,"pagi,GUSTI..., senyum ini masih ada kok"

pagi, GUSTI...
ternyata harum kopi kemarin masih mengepul di ingatanku
masih juga pahit tanpa gula
hidupku jauh lebih manis dari kopi yang terhidang
senyumku pasti memang manis walau sama tanpa gula
tapi aroma kopi bisa masuk tanpa merusak indahnya cerita bijakMU

pagi, GUSTI...
lontong dibalut daun pisang isi kentang tanpa sambal cuka yang biasa dihidangkan panas-panas cuma ada tiga
sebanyak hitungan nyawa kecilku, kesiangan euy belinya, GUSTI...
tapi jelas cinta berisi senyum tulusnya jauh lebih banyak dari sekedar hitungan bilangan
dan senyum yang melapisi cinta tentu lebih luas dari sempitnya angka yang masih saja berbatas

pagi, GUSTI...
dalam kantuk ada kesadaran yang tetap terjaga
tentang kasih
tentang cinta
tentang hidup
tentangMU...
TERIMAkASIH...
pagi, ya GUSTI...
senyum ini masih ada kok karenaMU...

Salam Senyum,
error



error,"GUSTI, jangan lupa ya..."

GUSTI,
tadi ada secangkir kopi hitam pahit dan dua donat lengkap dengan lubangnya
juga ada burger, dan seporsi ayam goreng tepung serta nasi, dan air mineral dalam botol
bersama dua sahabat, lengkap dengan canda ceritanya
dan kisah sedih itu pun menjadi lenyap, BUZZ! Tanpa sisa
tinta merah hitam digelar dalam riang
ah GUSTI, apakah tadi ikut tertawa?
tiga perempuan duduk dan mengangkat lembaran luka dan seketika berubah jadi uraian gelak!
pasti campur tanganMU tadi ikut bicara, ya GUSTI, tanpa kami sadari tadi

GUSTI,
rangkaian duka memang selalu berusaha menerobos jatuhkan senyum yang hidup satu persatu
kurasakan denyut airmata menggantung, tapi ditepis dengan dahsyat tanpa jadi tangis!
tiga perempuan dengan perjalanan hidup yang berbeda
tiga perempuan dengan cara hidup yang tidak sama
tapi tiga perempuan itu membaurkan merah hitam tinta hidupnya jadi senyum yang sama
ah GUSTI, apakah tadi ikut tersenyum?
pasti cahayaMU tadi masuk dalam binar mata yang sebelumnya redup, ya GUSTI, dan meluluh lantakkan kelam suram derita yang sebelumnya berteriak

GUSTI,
masih tersenyum aku mengingatMU
yang tadi mendengarkan semua cerita tiga perempuan dan dengan bijakMU mengubah lelah menjadi cerah
TERIMAkASIH ya GUSTI,
nanti kalau tiga perempuan, atau bahkan lebih dari jumlah itu berkumpul, datang lagi ya...
kasihMU mendekap dan membuat semangat menjadi lebih dari sekedar pelengkap...

GUSTI,
jangan lupa, datang ya...
sekarang aku mau masuk dalam lelap
tiga nyawa kecilku sudah sejak tadi masuk dalam mimpi
oh ya,
ada satu lagi,
jangan lupa...
kumohon bahagiakan tiga nyawa kecilku selalu, dan lebih dari bahagia yang kupunya,
amin...

#error, 26nov2013, 00.08




Monday, 25 November 2013

error curhat pagi ini...

Pagi ini, Senin, 25 November 2013, Bap kontrol pertama ke rumah sakit setelah operasi. Aku ga mengantar Bap, karena harus bekerja hari ini. Ga enak kalau ijin ga kerja terus menerus. Ada rasa bersalah karena membiarkan bap pergi sendiri, karena rumah sakit itu jauh dari rumah, memakan waktu lama karena macet, juga lama menunggu antrian di rumah sakit.

Pagi ini, ternyata rasa bersalah itu hadir di hati. Apalagi mengingat usia bap sudah 75 tahun. Melihat bap yang semakin rapuh karena kanker yang hidup dalam tubuhnya, membuatku menahan airmata. Jangan menangis, karena tangisan hanya akan melemahkanku, juga bisa makin melemahkan bap yang terlihat gagah walaupun dalam kondisi tidak sehat.

Pagi ini, menguatkan hati, dan berdoa semoga bap baik-baik saja, dan semoga membaik, semakin baik, dan selalu baik, jasmani juga rohani, amin...

Pagi ini, hanya ingin curhat tentang ini...


Salam Senyum,
error

PS. nit cinta bap, sehat ya bap... kangen suasana sewaktu kecil dulu...


Sunday, 24 November 2013

error,"Aku, pedang, dan kamu"

aku melangkah dengan sebilah pedang di tangan

sendirian menyibak kelam menuju arah tanpa cahaya

bunyi logam diseret mengiris rasa

masih di jalan ini,

mencarimu yang lenyap ditelan waktu

ya, mungkin sebaiknya kamu tetap ditelan sang waktu...

satu pesan untukmu, tetaplah sembunyi dariku...


-error-


Saturday, 23 November 2013

error,"Antara rasa, hujan, aku, dan kamu"




error,"CODOT"



Aku mau cerita tentang pohon mangga di depan rumah yang berbuah lumayan banyak. Sebelumnya belum pernah pohon itu berbuah sedemikian lebat. Ada keinginan untuk memakan mangga yang masak di pohon. Jadi buah-buah di pohon didiamkan saja. Hingga suatu hari sewaktu aku akan pergi ke pasar, mengeluarkan motor dari teras, ada ribut-ribut di depan rumah...

"Itu tuh mateng! Itu tuh"

Suara itu berulang-ulang terdengar dan terdengar suara orang melompat-lompat. Tadinya aku masih tidak perduli, masih saja berusaha mengeluarkan motor dari teras. Lalu terdengar suara seorang ibu,"Mbak, mangganya kita ambil ya, udah mateng. Nanti dimakan codot!." Dan kulihat ibu-ibu sibuk melompat-lompat berusaha mengambil mangga dari pohon, sedangkan sebagian mangga sudah ada di tangannya. Aku tersenyum saja mendengar perkataan sang ibu, dan masih saja sibuk mengeluarkan motor ke luar rumah.

"Sayang, dimakan codot." Rasanya kalimat itu menggelitikku. Fikirku, silakan saja ambil kalau memang mereka ingin, kuijinkan. Tapi kok rasanya jadi merasa kasihan pada si codot, karena manusia mendiskreditkan nama si codot yang dikenal sebagai hewan pemakan buah-buahan yang masak di pohon dan belum dipetik.

GUSTI ALLAH menciptakan seluruh makhluk dengan rejeki masing-masing, dan memang sudah dipersiapkan rejeki bagia semua ciptaanNYA. Codot juga makhluk ciptaanNYA, pasti juga sudah dipersiapkan rejeki untuk si codot. Satu dua buah yang masak di pohon lalu dimakan codot, aku rasa memang sudah dipersiapkan menjadi rejeki si codot. Codot tidak punya uang untuk membeli mangga di pasar. Ya kan?

Aku cuma merasa bahwa tidaklah salah membiarkan mangga-mangga masak di pohon, dan membiarkan sebagian dimakan codot. Berbagi dengan codot, tidak ada salahnya, berarti berbagi rejeki dengan sesama makhluk ciptaan GUSTI ALLAH.

Tadi mangga-mangga dipetik oleh Ngka, dibantu oleh pakde baso langganan yang biasa lewat depan rumah. Tak lupa membagi mangga pada pakde baso, dan tetangga. Codot? Codot pun sudah mendapat bagiannya. Indahnya berbagi mangga hasil panenan pohon sendiri.

Salam Senyum,
error







error,"Sebenarnya..."

klik foto agar bisa membaca tulisan dalam foto


error,"Terangi..."

klik foto agar bisa membaca tulisan di dalam foto




error,"Hingga malam"

klik foto agar bisa membaca tulisan dalam foto


error dalam,"Sepi dalam rindu yang menusuk"

klik foto untuk bisa membaca tulisan dalam foto


error,"Surat untuk Pink"

klik foto ini untuk membaca tulisan dalam foto...

Error...

Friday, 22 November 2013

error,"Maaf, ada rindu"

aku di sini dan masih di sini
sendiri dan sendiri
mencoba mengingat hal indah tentangmu
yang terisi dan mengisi kenangku
...ah,maaf...
aku di sini dan masih sendiri
menunggumu hadir, walau kutahu tak mungkin
cuma ingin bertanya...
'adakah kenangku di hidupmu??'
dan bulan menatapku tanpa malu-malu
tanpa sepatah katapun
tanpa seucap janjipun
dan aku kelu
ada sejuta tanya dalam hati yan tak terucap...
tanya yang sama...
'kamu ada dimana??'
...............................
desah hati tak pernah terucap dan tak pernah kamu tau...
'aku rindu...'

# error

error,"tentang"

                             "tentang"

terbayangkan betapa manis hal yang ada ketika kita saling mengerti...
bersama melangkah
bersisian bergandengan tangan
saling bercerita dan melempar senyum
saling menguatkan
saling menghangatkan
terbayang betapa indahnya ketika kita saling berbagi...
bersama dalam suka
bersama dalam ceria
bersama dalam pelangi kehidupan

dan
tak terbayangkan
ternyata langkah ini tak searah
senyum ini tak berbalas
tangan ini mennggenggam tanganku sendiri
suka ini punyaku sendiri
ceria ini cuma bagiku sendiri
dan pelangi kehidupan ini cuma aku yang tahu...

tak ada kita
yang ada
cuma kamu
cuma aku
dan aku cuma bisa memandangmu dalam rasaku sendiri...

#error,21oct12,01.50am

error,"Aku tentangmu"

Menyelamatkan catatan lama yang tersimpan...


Nitaninit Kasapink
October 7, 2012 

         Aku tentangmu

mencarimu,
tapi tetap tak menemukanmu
karena dalam hatiku
aku hanya ingin mencari
tanpa ingin pernah menemukanmu
sampai kapanpun...
karena ternyata
lebih indah sewaktu mencarimu,
dibanding sewaktu kumenemukanmu...

#error

error,"Mungkin memang kamu tak perlu tau"

Sebuah catatan lama...


Nitaninit Kasapink
October 26, 2012 · Edited


Mungkin memang kamu tak perlu tau

jika saja kamu tau...
aku cuma ingin duduk berdua denganmu
di sini
menanti bulan datang setiap malam
tapi sayangnya kamu tak pernah tau...

jika saja kamu tau...
aku ingin berbincang denganmu setiap saat di sini
tanpa pernah berjarak ruang dan waktu
tapi juga kamu tak pernah tau...

jika saja kamu tau...
aku ingin melihat senyummu
tanpa harus berpikir seperti apa senyummu
dan melihat matamu yang amat tenang
tanpa harus berkhayal
tapi kamu tak juga pernah tau...

ah,jika saja kamu tau...
aku ingin bersamamu mengisi detik hidup
mengisi hati dengan segala rasa denganmu
tapi kamu tak tau itu...

dan jika saja kamu tau...
saat ini aku sedang menertawakan diriku sendiri
yang berangan tentangmu
yang memimpikan sosokmu
sedangkan kamu entah sedang apa dan entah ada dimana
saat ini aku sedang menertawakan kebodohanku
yang merindukanmu
sedangkan kamu tak pernah punya setitik pun rindu untukku...

#error,26oct12


Thursday, 21 November 2013

error,"Masuk neraka? Oops!!"

Pagi ini semua terasa biasa-biasa saja. Ya, jadi biasa-biasa saja kalau difikir biasa-biasa saja, dan pada akhirnya akan membuatku jadi biasa, dan biasa tidak bersyukur. Loh kok? Yup, kalau merasa biasa-biasa saja, pada akhirnya jadi tidak bersyukur, karena merasa semua ini biasa saja.

Bangun pagi melihat Ngka, Esa, Pink, masih tidur nyenyak, lalu membangunkan mereka, lalu memasak sarapan, atau menghangatkan makanan untuk sarapan, kemudian Ngka, Esa, Pink, bangun pagi, biasa langsung mandi, biasa menyiapkan seragam masing-masing, biasa makan sarapan ambil sendiri, biasa ngobrol bareng berempat di pagi hari sebelum berangkat sekolah, biasa tertawa-tawa bareng, biasa tersenyum bareng juga, dan biasa sebelum berangkat sekolah berpamitan, dan bersalaman. Biasa, ya amat biasa. Padahal semua itu adalah anugerah! Tak terbayangkan saat bangun ternyata sudah siang, tak ada Ngka, Esa, Pink, tak ada kebersamaan. Atau begini, terbangun, tapi Ngka, Esa, Pink, sulit untuk dibangunkan, lalu terjadi keributan di pagi hari yang tenang, dan bla-bla-bla...

Seringkali aku menganggap segala sesuatu menjadi hal yang biasa karenasudah terbiasa. Lupa bahwa semua itu adalah anugerah yang dibingkiskan oleh GUSTI ALLAH pada kita. Oksigen yang kuhirup, itu bingkisan dari GUSTI ALAH. Terbayanglah berapa biaya oksigen yang dihirup kalau harus membelinya. Satu tabung oksigen harganya mahal, dan pasti hanya satu tabung tidak mencukupi kebutuhan untuk bernafas dalam sehari yang bergerak aktif! Juga pasti amat direpotkan kalau berjalan ke sana kemari sambil membawa tabung oksigen tentunya! Itu baru oksigen, bagaimana dengan sinar matahari? Dan bagaimana dengan jalannya kehidupan yang ada di hidup? Itu semua adalah anugerah, bingkisan indah dari GUSTI ALLAH. Fikiran ini benar-benar membuatku terhenyak dan tersadar, bahwa ini semua bukan hal yang biasa-biasa saja. Pagi ini amat penuh anugerah dari GUSTI ALLAH, dan aku tak lagi mau berfikir ini biasa-biasa saja, karena aku tak mau memungkiri nikmatNYA. Siapa berani memungkiri nikmat GUSTI ALLAH? MAHA BAIkNYA GUSTI ALLAH, jangan dipungkiri.

Jika hal yang tidak biasa terjadi di pagi ini, yang tidak biasa terjadi seperti pagi-pagi biasanya, tentulah membuatku jadi panik, bingung, dan sedih. Itu baru di dunia, lalu bagaimana jika sesudah hari akhir? Di neraka karena memungkiri nikmat GUSTI ALLAH yang dianggap biasa-biasa saja? Ooops, tidaaaak!! Masih bisa berani memungkiri nikmatNYA?? Tidaaaaak..!! Masuk neraka?? Siapa takut?? Mudah sekali untuk jadi penghuni neraka! Tapi jawabanku adalah.., saya takuuuut...!

Yuk menikmati segala hal yang 'biasa' itu sebagai hal yang indah, karena semua itu adalah anugerah dari GUSTI ALLAH. Atau memang siap untuk berkata,"Masuk neraka? Siapa takut?", dan tersenyum berani untuk memasukinya...

Salam Senyum,
error







Tuesday, 19 November 2013

error,"Positif Berpikir?"

Omong-omong tentang 'positif', biasanya berarti ga negatif, alias baik-baik saja. Misalkan, sewaktu ada yang khawatir tentang satu hal, teman lain menimpali,"Positive thinking ajalah.", yang maksudnya agar yang sedang khawatir itu ga khawatir lagi, menepis khawatir, dan berfikir bahwa semua akan baik-baik saja (baca: positif), ga akan terjadi hal yang buruk (baca: negatif). Positif itu bagus, positif berfikir itu bagus, menurut yang selalu kudengar. Ada sedikit pilu sewaktu melihat kenyataan bahwa di kenyataan sehari-hari sebenarnya banyak orang yang positif berfikir, tapi negatif. Hedeh, jadi berlibet gini yah... Seperti apa sih positif berfikir tapi negatif? Di jalanan, ada banyak loh yang positif berfikir tentang perilaku mereka, padahal sebenarnya mereka sedang 'negatif'.

Sering dijumpai mobil dengan muatan yang sarat, tapi benar-benar ga bisa disebut safety dalam pengangkutan muatannya di mobil. Cuma dengan tali ke sana, tali ke sini, ikat sana, ikat sini, yang bisa saja muatannya meluncur lepas dari ikatan, jatuh ke jalan, dan membahayakan pengendara lain. Aku yakin mereka ga berfikir tentang bahaya yang bisa terjadi karena ikatan muatan yang tidak safety. Mereka berfikir akan baik-baik saja, tidak akan ada bahaya karena ketidakperdulian mereka tentang safety. Nah, bukankah mereka sudah positif berfikir? Berfikir semua akan baik-baik saja (baca: positif), padahal bahaya (baca: negatif)!

Anak-anak yang belum memiliki SIM mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Mereka, bahkan mungkin orangtua mereka pun berfikir positif, bahwa mereka, anak mereka tidak akan menabrak, tidak akan mendapat kecelakaan, atau menjadi penyebab kecelakaan, padahal bahaya mengancam! Sekali lagi, itu contoh berfikir positif, padahal negatif.

Ngebut di jalan raya tanpa perduli, itu juga contoh bahwa si pengebut sudah berfikir positif, bahwa dia tidak akan celaka, padahal bahaya.

Positif berfikir? Hehe, rasanya kok lebih baik ditinggalkan deh, kita berfikir untuk jadi positif aja, yuk...


Salam senyum,
error


Prediksi Jitu, Nomor Jitu, Akibatnya juga Jitu

Sebenarnya ini sebuah cerita dari pengalaman seorang teman beberapa tahun yang lalu. Judi, ya mengenai judi.

Temanku itu bukan seorang kaya harta, tapi juga bukan seorang yang berkekurangan menurutku, karena tetap saja masih ada orang yang jauh lebih berkekurangan dibanding dia. Empat orang anaknya bersekolah di sekolah swasta yang lumayan bergengsi di kota kami dulu. Tapi temanku itu tetap saja merasa 'miskin'. Selalu mengeluh,"Aku ga punya uang, penghasilan papanya anak-anak cuma berapa. Ga cukup untuk ini dan itu." Hampir setiap hari aku mendengar keluhannya, dan aku cuma tersenyum mendengarnya. Pernah aku menjawab,"Banyak yang jauh berkekurangan dibanding kamu". Dan itu mengundang airmatanya turun.

Perumahan tempat kami tinggal memang terkenal 'langganan banjir', jadi pemilik rumah di sana berlomba-lomba menaikkan rumah posisi rumah lebih tinggi dari jalan, dan temanku berkeinginan meninggikan posisi rumahnya yang juga termasuk 'langganan banjir', tapi dia mengeluh tidak punya uang.

Satu waktu temanku tersebut mengantar anaknya sekolah dengan mengendarai mobil baru, lalu datang siang hari ke sekolah mengendarai motor baru, dan banyak tersenyum. Ternyata dia menang judi nomor, entah itu togel, atau apalah namanya, tapi menurutnya,"Nomor yang dipasang itu didapat sesudah berdoa." Hmm, apa iya doa dijawab dengan nomor untuk judi? Aneh menurutku, karena Tuhan melarang judi, lah kok memberi nomor jitu untuk berjudi.

Beberapa waktu aku melihat keadaan temanku yang berbeda dari sebelumnya. Riang dengan mobil baru, motor baru, dan banyak cerita tentang hal baru. Tapi rumahnya tetap seperti semula, tidak ada renovasi ditinggikan posisinya, hingga akhirnya hujan dan rumah temanku terkena banjir lebih tinggi dari sebelumnya. Beberapa waktu aku tidak bertemu dengan temanku itu, dan sewaktu bertemu ada hal baru yang menjadi cerita,"Uangku habis, dan terlilit hutang, harus bayar kredit mobil, kredit motor, bayar ini dan itu, rumah kebanjiran pula, dan bla bla bla..." Aku seperti sebelumnya cuma diam mendengarkan.

Prediksi jitu, nomor jitu, judi. Uang yang didapat dari hasil judi, habis tanpa sisa, dan malah terlilit hutang. Masih mau berjudi? Masih percaya prediksi jitu dan nomor jitu? Berani menanggung akibatnya? Cerita tentang temanku itu jadi contoh perilaku si uang panas yang pada akhirnya cuma berisi nafsu, dan lupa tujuan awalnya, yaitu meninggikan posisi rumah. Masih bisa percayakah dengan judi untuk tujuan baik? Semua terserah anda, aku sih takut..., di dunia aja jadi sengsara, apalagi ditambah akibat yang nanti diterima sesudah hari akhir...

Salam senyum,
error





Saturday, 16 November 2013

error,"Masih tentang Bap dan rumah sakit"

Bap sudah pulang dari rumah sakit. Aku bahagia? Yup. Bisa berkumpul lagi dengan kasapink, adalah hal terindah, selain operasi bap yang sukses. Sejujurnya aku ga tau mau bercerita tentang apa, tapi rasanya ingin mencurahkan apa yang terasa di hati.

Profesionalitaskah yang akan aku bicarakan di sini, atau entah, silakan dibaca aja deh...

Jumat, 15 November 2013 kemarin, Bap sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Aku mendapat kabar itu pagi hari dari dokter yang datang memeriksa ke ruangan perawatan bap. Dan sewaktu para perawat datang memeriksa (perawat shift pagi) ke seluruh ruangan pasien, dan memeriksa ruangan bap, aku memberitahu bahwa bap boleh pulang hari ini, dan dijawab, nanti akan dibuatkan perincian biaya. Tunggu ditunggu, aku jadi resah sendiri, karena yang ditunggu, daftar perincian biaya guna administrasi kepulangan bap belum juga diberi. Aku datangi tempat perawat, dan dijawab, supaya aku meminta pada kepala perawat. Setelah aku meminta, kepala perawat menjawab bahwa akan dibuatkan , setelah dia menyelesaikan tugas di ruang perawatan lain. Great, aku berfikir begitu, berarti sebentar lagi bisa pulang, dan bertemu dengan anak-anakku, Ngka, Esa, Pink, alias kasapink. Waktu beranjak siang, aku kembali ke ruang perawat, dan diminta untuk meminta ke kepala perawat, dan mendapat jawaban, nanti setelah menyelesaikan tugas yang menumpuk di mejanya. Oke, great, menurutku begitu, karena berarti 'sebentar' lagi bisa pulang. Masih menunggu di ruangan bap. Lalu datang seorang perawat yang memberitahu bahwa aku diminta datang ke ruang perawat. Hore, batinku, karena berarti semakin mendekati pulang. Di ruang perawat, seorang perawat senior tersenyum padaku, dan berkata bahwa dokumen bap untuk masuk rawat inap dan tindakan medis tidak ada. Mana mungkin bap bisa diopname dan dioperasi tanpa dokumen itu kan? Tapi kenyataannya dokumen tersebut tidak ada di status medis bap, tepatnya lenyap. Yang 'terindah' dari lenyapnya dokumen itu adalah tidak seorang perawat pun yang mengaku mengetahui tentang itu, dan aku diminta mengurus ulang dokumen tersebut, dengan diiringi ucapan,"Ga ada ini, ga bisa pulang loh", sambil tersenyum. Si perawat menyerahkan lembaran dokumen yang harus aku urus, juga resep, dan dokumen untuk mengurus administrasi pulang. Oke, ini semakin mendevati pulang, dan ini 'perjalanan' indah, karena untuk mengurus itu semua lokasi gedung berjauhan.

Aku memulai dari awal, proses rawat inap. Done! Lumayan lelah, tapi tetap positif aja berfikir, hampir pulang. Lalu menuju apotek, menebus resep obat. Berjam-jam aku menunggu di sana, tapi tetap berfikir, semakin mendekati rumah! Setelah berjam-jam menunggu, obat bap ada di tangan. Aku menuju loket administrasi kepulangan, hore, pulang, seruku dalam hati. Tapi ternyata, dari beberapa dokumen yang aku berikan pada petugas, yang kudapati adalah,"Mbak, perincian daftar biayanya mana?". Aku menjawab, semua itu sudah dari ruang perawatan bap. Petugas menjelaskan lagi, perincian biayanya belum ada! Grrrh..., GREAT!! Aku berjalan setengah berlari menuju gedung perawatan bap yang lumayan jauh. Setiba di ruang perawat tempat bap dirawat, aku berkata pada perawat, bahwa perincian biayanya tidak ada. Jawaban yang kuterima manis sekali, disertai senyum manis si perawat,"Tadi mbaknya sudah jalan, ini belum dikasih. Maaf ya mbak". Aku sudah tidak bisa tersenyum. GREAT! Aku kembali berjalan ke loket administrasi, dan mengurus itu semua. Tidak lebih dari 10 menit, clear! Pulang! Sore! Aku kembali lagi ke gedung perawatan bap, ke ruang perawat, menyerahkan dokumen kepulangan, mengambil seluruh foto medical bap, lalu berlari ke ruangan bap. Bap tidur, lelah. Ah, kasihan Bap. Operasi berulang, tapi kanker itu tetap bersemayam di tubuh bap, dan sudah menyebar. Setelah ini masih akan ada tindakan selanjutnya untuk bap, menurut dokter. Entah akan dikemoterapi lagi, atau akan terapi sinar lagi. Aku memandangi bap yang tidur, dan memandangi seluruh bawaan yang sudah kukemas untuk dibawa pulang. Tak lama, bap bangun, dan sekarang aku harus mencari kursi roda untuk bap. Aku mencari sendiri ke ujung gedung, dan kubawa kursi roda tersebut, tapi siapa yang mendorong bap nantinya? Harus ada petugas yang mendorong, itu peraturan rumah sakit. Aku meminta perawat untuk mencarikan petugas, tapi tidak ada. Akhirnya setelah menunggu, ada seorang petugas cleaning service yang datang, dan bersedia mendorong kursi roda, sedangkan aku sibuk membawa koper, dan 2 tas besar serta 1 tas selempang. Pulang! Itu yang membuatku bersemangat. Sesampai di bawah, aku berjalan ke luar rumah sakit mencari taxi, bap ditemani petugas cleaning service tersebut. Taxi sudah dapat, aku menuju tempat bap menunggu. Selesai, dan kuselipkan uang tips untuk si petugas. Di taxi, aku benar-benar lega, one step closer to kasapink...

Yea, tiba di rumah, memeluk 3 nyawa kecil yang sedang sakit di rumah...

Profesionalitaskah yang aku ceritakan tadi? Ya aku juga tidak tau, hanya berfikir, jika saja bisa bekerja dengan lebih 'indah', tidak akan terjadi hal seperti ini...


Salam,
error







Thursday, 14 November 2013

error,"Selamat pagi sehat yang akan kembali pada bapak"

Selamat pagi, duhai udara rumah sakit...ada senyum di pagi ini merasakanmu masuk ke dalam paru-paruku
memang bukan udara segar, tapi ini anugerah GUSTI...

Selamat pagi, duhai tirai penyekat antara pasien...
bersyukur bahwa dirimu bukan menyekat hatiku dengan GUSTI
tapi malah mendekatkan hatiku padaNYA...

Selamat pagi, duhai botol-botol air yang kosong...
ada haus yang dibasuh airmu semalam
dan itu menyegarkanku...

Selamat pagi duhai penyakit yang bersemayam dalam tubuh bapak...
sebentar lagi kuucap selamat jalan, dan terimakasih jika kamu memang benar meninggalkan tubuh bapak,
dan membiarkan bapak sehat kembali

Selamat pagi duhai semua...
ada senyum di sini untuk mengisi hari-hari yang ada
dalam aroma obat dan rintih sakit yang terdengar di telinga yang membuat miris hati...

Selamat pagi,
semoga sehat dan rasa syukur selalu ada untuk kita, bahagia selalu, amin...

Selamat pagi...


Salam senyum,
error





Wednesday, 13 November 2013

error bercerita,"Error di RS"

Hari ini, 13 November 2013, Bap resmi dirawat inap di rumah sakit. Perjalanan menuju rumah sakit benar-benar macet, yah seperti biasa sih, macet ga pernah ada habisnya. Setiba di sana, tempat pertama yang disambangi adalah kantin. Tapi berhubung gue sedang dalam masa pemulihan juga, dan harus banyak berpantang makanan, ya gue cuma menemani bap makan. Nanti aja deh gue nyari makan untuk gue. Di sana kita janjian dengan perawat yang seau membantu kita untuk masalah rumah sakit tersebut. Ruangan untuk bap juga sudah diurus.

Bap dapat ruang di PU 4, kamar 406. Beberes semua bawaan, gue harus meninggalkan bap untuk menebus resep. Eh bukan resep masakan loh... Sewaktu nunggu, waduh, batery hp dah mulai lobet! Payah deh ah... Tapi coz gue dah lumayan hafal rute eh kayak bus aja pake rute (haha!) lokasi dimana bisa nge'cas' hp di rs, gue tinggalin apotek, dan voila, ni gue sekarang lagi nge'cas', dan bisa sambil nulis-nulis.

Di sini terbayang Ngka, Esa, Pink, di rumah. Untungnya sejak kemarin gue dah siapin banyak bahan-bahan masakan di kulkas, jadi gue agak sedikit tenang. Ngka dah pintar mengolah bahan-bahan masakan menjadi makanan yang hmm, asiik banget rasanya! Gue berusaha menenangkan diri dan hati. Ngka, Esa, Pink, jaga diri baik-baik, saling menjaga, saling menyayang, saling membantu, itu harap dan doa gue dari sini untuk kasapink.

Bap di ruangan sedang merasakan sakit. Ga tega rasanya, ini operasi bap yang ke-3, semua karena kanker rectum. GUSTI, yang terbaik untuk bap, amin...


Udah dulu ya,

-error-

Monday, 11 November 2013

error,"Operasi dan Bapak"

Hari ini, Senin, 11 November 2013, berangkat kerja dengan hati yang penuh kegalauan. Ada getar gemetar di dalam nadi dan detak jantung. Hari ini Bap, Bapak kontrol lagi ke rumah sakit, dan hari ini diberitahu keputusan jadwal operasi. Entah ingin menangis, atau malah sebenarnya aku sudah menangis, tanpa aku tahu...

Jalanan terasa lengang, padahal padat. Semua terasa lengang, padahal penuh kesibukan. Di kantor pun ada hening menyergap, padahal musik tak henti berteriak di telinga. Rekan kerja banyak bercerita, tapi cuma berupa file kosong diterima oleh otak.

Siang hari, ada pesan dari Pink via sosmed,"Eyang operasi Rabu". Entah kenapa, lemahku menyergap dan habiskan seluruh kekuatan yang ada. Tapi ternyata operasi bukan di hari Rabu, melainkan kamis, dan mulai opname di hari Rabu. Sebagian kesadaran menguap kemanakah??

Bap, usia 75 tahun, operasi ke-3. Bap dengan kanker rectumnya. Bap yang sudah menjalani operasi 2X, sudah menjalani kemoterapi, sudah menjalani terapi sinar, dan juga masih banyak terapi herbal.

Dan dimulai Rabu siang, 13 November 2013, ruangan di kantor tak dijenguk, karena mulai di hari itu ada di rumah sakit, mendampingi dan menjaga Bap, sendiri, sama seperti sebelumnya, dan tak bercengkrama dengan Ngka, Esa, Pink, karena selama Bap di rumah sakit, selama itu pulalah tak menginjakkan
kaki di rumah.

"Sehat dan pulih kembali ya Bap..., amin"

-error-



Sunday, 3 November 2013

error,"Ga bohong, gue cewe"

Gue ga tau kenapa kok sering dikira cowo, padahal muka gue jelas cewe, apalagi gue tetep ada dandannya biarpun ga heboh. Sering banget dipanggil dengan sebutan bang, mas, padahal jelas-jelas gue cewe, dan orang-orang yang mengira gue cowo tuh juga dengar suara gue yang biarpun ga manja, tapi jelas banget cewe! Nasiiib, nasiiib... haha... Pernah sewaktu nyasar nanya arah ke security sebuah lembaga, dia yang terlihat sangar itu tetap aja panggil gue dengan sebutan bang, sampai gue dekatin supaya dia jelas melihat dan mendengar suara gue yang cuit cuit biarpun ga sweet, ya cewe... Tapi apa daya, ternyata tetap aja dia memanggil gue dengan sebutan,"Bang". 
Tapi kali ini lebih parah... Seorang bapak yang beberapa kali bertemu gue, dan suka ngobrol ma gue, terperangah sewaktu bertemu gue yang memakai baju lengan panjang bunga-bunga, bukan gaun, tapi baju muslim, dengan tetap bercelana jeans. Dan dengan muka terbengong-bengong, si bapak dengan polosnya berkata,"Sampeyan perempuan tho?". Duerr!! Dar der dor!!! Heg! Lah, lah, lah..., bapaaaak, selama ini ternyata si bapak menyangka gue cowo! Pantesan aja dia ajak gue ngobrolin bengkel terus ma gue. Gue sih menjawab sebatas yang gue ngerti aja. Sejenak gue jadi ikutan terpana karena ucapan si bapak yang serasa seperti bom mengejutkan. Pada menit selanjutnya gue tertawa terbahak-bahak geli banget! Dan beliau masih aja terbengong-bengong. Lebih parah lagi sewaktu mendengar lanjutan ucapannya,"Saya pikir laki-laki, sopan, halus, laki-laki yang baik, itu saya pikir. eh ternyata kok perempuan... Maapin saya ya mbak, tapi kok bisa gagah begini?". Benar-benar membuat gue semakin geli. Gue ga menjawab apapun, cuma nyengir, tertawa, dan mengangguk. Entah apa yang ada di fikiran si bapak tentang gue saat itu, gue ga perduli. Gue lalu pamit dan meninggalkan si bapak yang masih dalam kebengongannya.

Esok harinya gue bercermin lebih lama. Gue lihat wajah gue di cermin, apa iya sih gue mirip cowo? Rasa-rasanya ga deh. Rambut gue memang cepak, tapi kan gue dandan. Gue pandang cermin lekat-lekat, hmm.., wajah cewe kok yang ada di cermin. Tapi lalu gue berhenti memandang cermin. Ya sudah, biar saja orang melihat gue seperti cowo, toh tetap aja gue cewe. Itu pun ga merugikan gue. Ya sudah biar saja, malah bisa jadi cerita, dan membuat gue tertawa. Intermezzo supaya gue tertawa saat gue terlalu serius mungkin ya.

Sekarang gue tetap seperti kemarin dan hari sebelumnya, ga berubah. Yang berubah ya si bapak itu. Sewaktu bertemu gue, dia jadi lebih sopan, mengangguk dan tersenyum. Sebelumnya sih ga gitu, langsung aja ngajak ngobrol. Sesudah tahu gue cewe, si bapak ga ngajak ngobrol lagi. Dan tadi terakhir melihat si bapak, dia cuma melambaikan tangan. Ah bapak, makasih intermezzo salah sangkanya...

Salam error,
;)


error dan rambut cepak

Akhirnya bisa nulis llagi dalam keadaan otak ga begitu kriting karena keadaan udah mulai tenang. Saat ini cuma mau cerita yang enteng banget, lagi-lagi tentang rambut lagi... Haha, seudah setahun rambut memanjang, pada akhirnya kembali ke selera asal, cepak style. 

Pink, gadis kecil bungsu yang imutlah yang meminta rambut gue panjang, sedangkan 2 cowo gagah Ngka dan Esa ga setuju rambut gue memanjang. Menurut mereka,"Ga pantes rambut mama gondrong!". Wek, gondroooong...! Tapi karena saat itu Pink dalam keadaan sakit yang memprihatinkan, auto imun yang ga diketahui typenya, gue mengiyakan permintaan Pink. Dan gue anggap membiarkan rambut jadi panjang itu adalah latihan kesabaran, karena gue memang ga betah banget dengan rambut yang panjang. Selain ga rapi, gue ga bisa menyisir sebagus cewe-cewe lain, juga ga praktis. Rambut cepak ga membuang waktu, sehabis mandi cukup menyisir rambut menggunakan jari-jari gue yang sama sekali ga lentik.

Bulan berganti bulan, rambut semakin panjang. Sewaktu cewe-cewe menggerai rambut panjangnya, gue selalu mengucir rambut gue. Serasa anak sekolahan dengan kucir rambut ekor kuda. Susahnya berambut panjang... Sehabis keramas, haduh, masih harus menunggu rambut kering dulu. Menghabiskan waktu... Sedangkan rambut cepak benar-benar hemat waktu! Sehabis keramas pun bisa cepat kering. Cepak is best..., haha..! Tapi gue harus menahan diri untuk tetap memanjangkan rambut.

Setahun sudah rambut gue panjang, dan sampailah pada satu saat Pink berkata,"Potong rambutnya, ma...". Yihaaa, gue langsung ke salon langganan yang ternyata mengecewakan karena hair stylish sudah ganti, dan potongan rambut gue amburadul. Alamaaaak, gue nyengir lihat rambut gue pendek hancur. Dan akhirnya pergi ke tempat anak-anak biasa potong rambut, dan tralalala, lumayan menenangkan hati, rambut ga gitu amburadul... Dan inilah gue seudah kembali menjadi cepak.

Rambut panjang is great, tapi rambut cepak ternyata lebih pantes untuk gue... Dan gue berbahagia karena rambut cepak ini juga memudahkan gue sewaktu harus berobat karena ternyata kepala gue bermasalah.

Rambut cepak? Gue salah satu pengikutnya...


Salam error,

;)
   

Sunday, 27 October 2013

error berkata padamu,"tentang hidup..."

dalam senyum yang bercahaya
tak pernah kamu menyangkanya
ada yang luruh kering tak berdaya

dalam senyum yang hidup
tak pernah kamu tahu ada yang terkulai layu
dan hampir mati

dan karena senyum, hidup pun bercahaya
yang luruh kering tak berdaya
terkulai layu, dan hampir mati
tetap bisa berbinar
melangkah dengan kepastian
masih bisa terus bertahan
dan 

tetap tersenyum
dan 

tetap tertawa




error berpuisi,"untuk bulan..."

bulan...
ku duduk di sini menunggu kamu hadir dengan smua rindu yg kita punya...
cuma kita yg tau...
swaktu hadirmu membawa rindu yg tak bisa dihitung...
kita tersenyum bertukar kerinduan
kita merindu bertukar senyuman
bulan...
hadirmu kadang dalam pesan lewat angin yg berlalu...
tp sanggup membuat senyum dalam jiwa terus mengembang...
sanggup membuat tembang dlm hati terus melantun...
bulan...
ku disini membaca pesan kerinduanmu...
dan mengirim pesan rinduku...
bulan...
ku tetap di sini,menunggu hadirmu di mataku...


error berpuisi,"malam, bulan, dan hujan"

malam,bulan,dan hujan...
ada di dalam hati dengan ceritanya sendiri...
aku mencintai malam dengan heningnya
aku mencintai bulan dengan sederhana senyum kecilnya
dan aku mencintai hujan dengan tawa cerianya yang jatuh ke bumi

malam,bulan,dan hujan...
ada harap kecil dalam hati...
ketiganya hadir bersamaan untuk ku
dengan cinta yang tak tergantikan...

malam,bulan,dan hujan...
aku merindumu...

#tadi kudengar suara bulan memanggilku lewat angin...sejenak,tapi membahagiakanku amat sangat...












error berpuisi,"untukmu yang tak pernah ada..."

pernah aku berjalan mencarimu...
dalam kesendirian
dalam sebongkah harapan
dan terus berjalan tanpa pernah berhenti langkahkan kaki
dan terus menancapkan jejak di setiap inci yang kulewati
hanya karenamu
dan hanya untukmu
dan akhirnya
aku terhenyak
kamu tak pernah ada
sedangkan ujung kehidupan ada di hadapanku
sedangkan akhir perjalanan ada di sini
dan akhirnya
aku terdiam
tak bergerak
duduk di sini
di ujung pengharapan kehidupanku
ya,kamu tak pernah ada
lalu...
kuistirahatkan langkahku
kuistirahatkan seluruh denyut hidupku
kamu tak pernah ada
kembali aku pada realita
dan imaji tentangmu
lenyap bertahun silam sejak kamu masih ada di sampingku...
sayang,tak pernah ada aku dalam benakmu
hingga akhirnya kuputuskan mematikan rasa tentangmu
walau sebenarnya
ternyata masih berdegup rasa untukmu...


error berpuisi,"Mencarimu..."

mencarimu,
tapi tetap tak menemukanmu
karena dalam hatiku
aku hanya ingin mencari
tanpa ingin pernah menemukanmu
sampai kapanpun...
karena ternyata
lebih indah sewaktu mencarimu
dibanding sewaktu kumenemukanmu...


error berpuisi,"Tentang..."

terbayangkan betapa manis hal yang ada ketika kita saling mengerti...
bersama melangkah
bersisian bergandengan tangan
saling bercerita dan melempar senyum
saling menguatkan
saling menghangatkan
terbayang betapa indahnya ketika kita saling berbagi...
bersama dalam suka
bersama dalam ceria
bersama dalam pelangi kehidupan

dan
tak terbayangkan
ternyata langkah ini tak searah
senyum ini tak berbalas
tangan ini mennggenggam tanganku sendiri
suka ini punyaku sendiri
ceria ini cuma bagiku sendiri
dan pelangi kehidupan ini cuma aku yang tahu...

tak ada kita
yang ada
cuma kamu
cuma aku
dan aku cuma bisa memandangmu dalam rasaku sendiri...