Tuesday, 28 January 2014

error,"Er dan Er"

"Hai, aku Er"

"Ya, aku tahu"


kupandangi perempuan di hadapanku yang sedang memandangiku dengan seksama. Tatapannya penuh selidik. Siapa dia sebenarnya?

"Sedang apa kamu di sana?"

"Memandangmu, melihatmu dari inci ke inci, meneliti setiap pori-porimu, mendengarkan denyut nadimu, mendengarkan detak jantungmu, merasakan teriak hatimu yang keras"

lagi-lagi kupandangi perempuan dengan rambut pendek bermata sipit yang memandangku dengan senyum tak henti.

"Siapa kamu?"

"Aku orang yang mengenalmu"

"Siapa kamu?"

"Aku adalah seorang yang tahu tentangmu, tentang harimu, tentang hatimu, segala tentangmu"

"Mana mungkin kamu tahu tentangku?"

Dan perempuan itu tersenyum makin lebar. Argh, siapakah dia? Rasanya tidak menyenangkan saat seseorang tahu tentangku, padahal aku tak tahu apa-apa tentangnya. Argh, siapakah dia?

"Aku tahu gundahmu, aku tahu sukacitamu, aku tahu senyummu, aku tahu tangismu, aku tahu dalamnya sedihmu, dan aku tahu seberapa banyak senyum yang kamu punya"

Ufh, memori ingatan kubuka mungkin ada sedikit cerita tentangnya yang bersembunyi di sana. Tapi tak ada!

"Haha, sekarang kamu sedang berpikir keras tentang siapa aku. Apakah aku ada di memorimu atau tidak.Haha, aku tahu, Er. Aku tahu"

"Mana mungkin kamu tahu tentangku?"

"Er, aku tahu kesedihanmu saat orang yang kamu cintai tidak memperdulikanmu, aku tahu sukacitamu saat bersama anak-anakmu. Aku tahu, Er"

"Darimana kamu tahu tentangku? Jawablah"

"Er, betapa tidak perdulinya dirimu pada dirimu sendiri. Betapa acuhnya kamu tentangmu sendiri. Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku. Aku adalah bayangan dirimu, Er. Aku adalah kamu yang sebenarnya. Saat kamu berkaca, itulah aku yang ada... Aku adalah kamu, Er"

Dan aku terdiam, dan dia juga diam. Aku masih memandangnya, dan dia juga masih memandangku. Dan hingga saat ini aku masih juga terdiam, sama seperti dirinya yang juga diam... Ya, aku Er, dan dia adalah aku, Er...

***









Sunday, 5 January 2014

error,"Senyum hidup"

khianat sekhianat-khianatnya
gurat hidup
tinggalkan duka
sisakan nafas tersengal
dan bendungkan airmata bergejolak...!

putus asa tikam jantung
hentikan desir darah
bungkam suara denyut nadi
dan menohok mati asa..!

asa yang tertunduk
lesu merintih
luka menganga
lelehkan tangisan darah
lumpuhkan senyum!

melupakan perjalanan bisu penuh kematian jiwa
adalah hal yang tak mungkin dilakukan
maaf...

tapi
mengikhlaskan batu yang memarkan seluruh tubuh
tersenyum mengobati tusukan belati di setiap inci nyawa
adalah
indah...

aku memaafkanmu
dengan seluruh senyum dalam sisa hidupku...
 nyawa berteriak gembira bersama tiga bocah dalam tawa
 dan
tentangmu
mati sudah dikubur bumi dan masa lalu...


#error

error,"Perempuan itu bernama Sumirah"

Namanya Sumirah, panggil dia Ira...
gadis dengan lesung pipit di pipi,
senyum manis menghias
lahir di rumah petak, di bawah kemiskinan
dan
Sumirah menjelma menjadi Ira
yang dipandang sedap, didengar renyah
memandang gemerlap dunia dengan terpesona
gaun indah yang cuma bayangan
jadi kenyataan ada dalam genggaman

Sumirah, Ira
dalam derita menampung birahi yang dibuang 
menangguk lembaran uang merah untuk hidup yang cerah
kambing dan lalu sapi
rumah dan lalu kebun
airmatanya sirna ditutup cahaya bahagia ibu bapaknya
yang tak pernah tahu
Sumirah adalah Ira
Ira itu Sumirah
yang menyerahkan dirinya dalam dekapan tanpa cinta
asalkan sebanding dengan harga kambing

Sumirah yang lugu
Ira yang berhias gincu
potret sendu
perempuan dalam putaran waktu

# error






Thursday, 2 January 2014

error,"Cerita tentang error yang mau jadi penangkap imaji"

Hari ini, 02 Januari 2014, Kamis, gue mulai masuk kerja seperti seharusnya. Jalanan masih belum macet, jadi tadi bisa mengendarai motor dengan tenang. Jalan ga macet, gue ga ngebut. Nyantaaaai... Eh, ternyata nikmat tiada tara mengendarai motor dengan gaya santai, 60km/jam. Tiba di kantor, gue nyodorin sidik jari untuk absensi. Telat! :D Tapi sesudah menyodorkan sidik jempol di mesin finger print, gue langsung kabur ke warung depan kantor, sarapan... :D. Ovaltine selalu jadi sarapan utama gue setiap kerja. Rasanya lega aja dah minum itu. Setelah itu, kabur lagi menuju lantai 3 di Petro, ruangan gue tercinta yang kadang rapi, kadang berantakan, kadang ramai, kadang sepi...

Di kantor tugas dah mulai ada. Pekerjaan gue memang ga setiap hari ada untuk dikerjakan. Jadi kadang sih menganggur aja di kantor, yang penting muka gue yang imut imit amit amit ini ada di ruangan, karena bisa aja tiba-tiba tugas datang dan harus diselesaikan saat itu juga.

Bos gue datang, dan kita ngobrol tentang ini dan itu, dan ahirnya bos gue mengatakan kalau dia mau pulang cepat. Wuokeee...!! Dan sewaktu jam dinding menunjukkan pukul 11.30, gue minta ijin sama bos, gue mau mencuri start makan siang :D. Bos gue memang baik banget, diijinkannya si error ini keluar untuk beli makanan makan siang. Ah bos, dirimu memang baik banget... Semoga gaji gue naik 2 kali lipat ya bos ya, amin... Dan saat ini gue tanpa bos, mata melirik terus ke arah jam dinding yang ada di sisi kiri gue. Tuh jam lama amat ya bergeraknya... Apa perlu dikasih motivator yang handal ya supaya bisa bergerak cepat tuh jam? Hahaha!!

Ga bohong, sejujurnya gue ga tahu mau cerita apa, cuma gue mau memulai kebiasaan membiarkan imaji bermunculan dan beterbangan, berlari, lalu gue tangkap! Imaji, ada di manakah kamu?? Padahal si imaji bolak-balik teriak ke gue,"WOOI, GUE ADA DI OTAK LO, ERROR! TAPI LO GA SENSI MENANGKAP DAN MENCERNANYA!" Fiuch, ya karena inilah makanya gue menulis apa yang ada di hari ini, karena kejadian setiap detik itu sebenarnya kan sumber imaji.

Sampai saat ini masih ada yang bingung arah tulisan gue, pastinya. Jangan khawatir, sobat, gue yang nulis aja bingung kok... haha!!

Ok,  gue rasa cukup segini aja dulu. Gue cuma mau menulis, menulis dan menulis... Membiasakan diri bercerita, membiasakan diri menulis, membiasakan diri terbuka pada kenyataan hidup yang terjadi setiap detiknya. Dengan begini, gue rasa gue jadi bisa lebih bersyukur pada GUSTI, karena gue mengingat hal-hal kecil yang terjadi dan ga mengecilkan hal yang terjadi... Menulis itu sebuah ungkapan rasa syukur, itu menurut gue, dan gue ga perduli ini bagus atau ga, karena gue rasa, penulis hebat pun pasti pernah mengalami belajar menulis hingga bisa membuat tulisan hebat. Gue mau belajar dari sekarang... Belajar mensyukuri hal yang ada, belajar menuliskannya, dan belajar menjadi penangkap imaji...


Salam senyum,
error






error dan,"Tugas kerja, piknik gratis, kopdar blogger!!"

Sewaktu sebelum Natal 2013 kemarin, bos di kantor memintau gue untuk berangkat ke Banjarmasin pada tanggal 27 Desember 2013 - 29 Desember 2013, guna mengawasi jalannya perekrutan karyawan yang diadakan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, kalimantan Selatan. Gue jawab, ok, walalu pun sebenarnya itu berarti meninggalkan Pink yang sedang diserang imunnya lagi. Auto imun itu menyerang syaraf kakinya, dan Pink ga bisa jalan. Tapi ini tugas, dan Ngka, Esa, juga Pink, meyakinkan gue bahwa mereka baik-baik saja ditinggal oleh gue, mamanya. Ok, kiddos, mama berangkat...

Tanggal 27 Desember 2013, Jumat, pukul. 5.30 pagi, aku diantar Ngka, dan Esa, 2 nyawa kecilku yang gagah, ke halte bus Damri yang ada di perumahan tempat tinggalku. Bus berangkat pukul 6.00. Ternyata, jalan raya ga macet!
 dalam bus damri menuju bandara Soekarno Hatta

Weh, lengaaaangnyaaaa...! Mungkin karena masih dalam suasana libur ya? Pukul 7.30, aku sudah terdampar di bandara Soekarno Hatta, terminal 1C. Penerbangan Lion Air menuju bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, pukul 11.20. Masih lamaaaa bangeeet... Lihat sana-sini, kok ga ada tempat untuk aku duduk ya... Penuh! Aku langsung aja geret tuh koper ke toilet. Patut digaris bawahi, toilet cewek! Ya iyalah, aku cewek! Haha... Di toilet aku duduk di tempat yang disediakan untuk meletakkan koper sewaktu para empunyanya masuk toilet. Duduk santai, tanpa berniat melepaskan apa pun dari dalam tubuh, alias ga berniat buang air kecil, mau pun buang air besar. Berhubung toiletnya bersih dan wangi, aku nyantai aja. Sebenarnya sih ini biasa aku lakukan sewaktu menunggu waktu untuk masuk check in, karena waktu untuk boarding masih lama. Tapi lama kelamaan bosan juga. Aku keluar dari toilet, menuju tempat orang-orang menunggu. Duduk nyantai sendirian, sambil makan snack yang aku bawa.
snack oke yang bikin gue jadi serasa kenyang :D

 "Mau kemana mbak?"

Oops, siapa yaaaa?? Oh ternyata seorang security menegur gue dengan ramahnya. Gue tersenyum, dan menjawab,"Banjarmasin"

"Sama siapa?"

"Sendiri"

"Pesawat jam berapa?"

"Setengah dua belas"

"Wah masih lama"

"Ya, masih lama"

"Sudah punya tiket?"

"Ya sudah punya, pak. kan udah jelas berangkatnya"

Security tanya ini dan itu membuat gue jadi ga nyaman. Rasanya seperti diinterograsi. Padahal gue dah mulai hidup jadi orang baik, loh... Haha!! Lalu akhirnya gue tinggalkan security itu dengan sejuta gerah... Hahaha...!! Menyeberang, bergegas ke fast food restaurant. Lapaaaaar...!!

Di sana gue memesan sepotong dada ayam, kentang goreng, nasi, dan segelas minuman soda.
ternyata lapar itu bikin jadi nggragas... :D

Sambil makan, gue charging hp yang baterenya boros banget... Sambil makan, charging hp, telepon, ber-bbm-an, sms-an, aku lihat ada security yang bolak-balik lewat dan selalu mengarahkan matanya ke gue. Rasanya seperti penjahat banget! Haduh maaak, gue cuma mau makan, dan pergi ke banjarmasin, ga lebih! Apa iya sih muka gue kayak teroris gitu? Hah? koper? Please deh, koper gue kecil, dan orang-orang juga sama kok, bawa koper, dan mereka lebih lama ada di tempat ini, makan di sini. Saat sedang asyik ngedumel sendiri dalam hati, ada pemberontakkan dalam perut! Woalaaaah maaaak, mules! Nah loh, apa jadinya otak si security kalo gue ninggalin koper di sini, dan gue asyik di toilet? Jangan-jangan benar-benar disangka bawa bom! Sumpah, rasanya mau nangis, mau ngamuk, mau lari ke toilet! Hahaha! Tapi kan ga lucu juga bawa-bawa koper ke dalam toilet! Haduh, please deh pak security... Sampai akhirnya gue dah benar-benar ga kuat, gue datangin mbak yang verja di sana, dan gue katakan,"Titip koper ya, aku mau ke toilet." Mbak itu mengangguk, dengan lega gue kabur ke toilet! Sensor, ga ada foto dalam toilet... :D Selesai sudah, gue kembali ke meja tadi, dan charging hp lagi, bbm-an lagi, telepon lagi. 

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.15. Ok, cabut... Nyeberang, check in, beres deh... Sewaktu mau ke ruang tunggu, untuk ke sekian kalinya lewati sensor bawaan dan sensor diri. Lolos! Ya iyalah lolos, koper gue isinya cuma baju, dan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk perekrutan di Banjarbaru nanti. Tapi oops!! Sewaktu gue sudah melewati tuh  sensor, seorang security memanggil gue, dan memeriksa badan gue...! GREAT!!! Bujut dah, orang-orang pada aman-aman aja, kenapa juga gue yang kena diperiksa?? Sumpaaaah, gue ga bawa benda terlarang. Tapi ya sudahlah, gue biarkan saja. Toh gue baik-baik saja. Biar pun dalam hati ada tawa juga ngomel... :D

Yuk, naik pesawat...! Tapi ternyata hampir 1 jam delayed di dalam pesawat tanpa ac... Sewaktu pesawat mulai bergerak dan ac mulai berfungsi, gue benar-benar merasa mulai tepar... Masuk angin. Angin bandel...

Tiba juga di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin. Legaaaa...! Celingak-celinguk, weh ga ada yang jemput gue... Hihihi, manja amat sih gue minta ada penjemputan segala... Gue telepon kepala Perwakilan Tanjung Tabalong, gue sudah sampai di Banjarmasin. Jawabannya, naik taxi ke hotel Montana, Banjarbaru. Ok, sip! Gue pesan taxi bandara, dan meluncur ke hotel Montana. Ga lama kok, sekitar 15-20 menit, gue dah nyampe hotel. Di resepsionis, gue katakan sudah booking dari kantor, dan gue dapat kamar nomor 315. Yihaaaa!! Bruk! Berbaringlah gue sesudah meletakkan koper di lemari, memasang kabel panjang untuk charging, berhubung stop kontaknya jauh dari tempat tidur. Setiap pergi jauh menginap, gue biasa membawa kabel panjang dan T, untuk memudahkan charging. Entah untuk memudahkan charging hp, atau pun lap top atau pun benda lain. Ga lama sesudah itu, gue pun mandi...! Segaaar..!
Tempat gue habiskan waktu, di kamar hotel Montana
Lapar, lapar, lapar...! Sekitar pukul 19.00 WITA, gue pergi jalan kaki ke ujung jalan, makan yuuk... ada rumah makan 'wong solo'. Sambil makan, gue menghubungi kandidat-kandidat yang diundang psikotest dan wawancara, perekrutan.
Sewaktu sedang makan, ada telepon masuk, ternyata dari kepala Perwakilan Tanjung Tabalong, Pak Joko, yang sudah menunggu gue di lobi hotel. Gue kembali berjalan ke hotel. Di sana sudah ada Pak Joko, dan kami berbincang tentang rencana acara perekrutan besok. Selesai, Pak Joko kembali pulang, gue kembali ke kamar. 

Esok paginya, 28 Desember 2013, Sabtu, pukul 08.00, gue dijemput pak Joko, untuk acara perekrutan analis di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, kalimantan Selatan. Di sana ada beberapa kandidat yang sudah datang, dan ruangan mulai dipersiapkan. Perekrutan dilalui dengan baik, tenang, dan sukses. Gue sebagai pengawas perekrutan cukup duduk mengawasi. Selesai acara tersebut, kami bersiap pulang, dan mampir di sebuah rumah makan dekat Universitas Lambung Mangkurat. Sesudah itu, gue kembali ke hotel, istirahat. Sampai malam gue ada di kamar, nyantai nonton, dan baru tertidur di pukul 3.00 pagi, bangun di pukul 05.00, dan bersiap untuk hari ini. Pukul 7.00 turun breakfast sendirian, berkenalan dengan seorang karyawan PLN yang sedang ikut training di hotel Montana, lalu gue keluar hotel, mencari counter pulsa, yang ternyata belum ada yang buka. 
Pukul 08.00, gue dijemput untuk ke Universitas Lambung Mangkurat. Di sana sudah menunggu Winda, analis Tanjung Tabalong. Psikotest dan interview pun dimulai dan selesai pukul 15.00 WITA. Lalu kami makan di rumah makan dekat Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Setelah itu kembali ke hotel.

"Apa rencana besok?"

"Pasar terapung", jawab gue

"Subuh besok saya jemput. Sekalian kita ke pulau kembang"

"Tempat apa itu?"

"Tempat monyetr-monyet"

"Mauuuu...!!"

Dan kami pun berpisah di depan hotel. Besok Subuh berangkat piknik!!

29 Desember 2013, pagi pukul 03.00 gue bangun. Seluruh bawaan sudah siap, rapi di koper. Pukul 3.45 pak Joko telepon sudah di lobi hotel. Gue turun, dan gue lihat bu Joko pun ikut. Ternyata masih ada 1 keluarga lagi yang akan dijemput, 1 keluarga teman pak Joko, yang datang dari Sampit, mereka juga akan ikut ke pasar terapung. Wow, rameee..., asyiiik!! Mereka keluarga yang terdiri dari ibu, bapak, dan sepasang putra-putri. Di sebuah Mesjid kami berhenti, parkir. Ternyata itu adalah Mesjid tertua di Banjarmasin, mesjid bersejarah.
Mesjid Bersejarah Sulltan Suriansyah, kuin, Banjarmasin

Lalu kami menyeberang jalan yang ternyata itu adalah dermaga kapal klotok yang akan membawa kami ke pasar kembang, dan pulau kembang.
belakang gue tuh dermaga kapal klotok kuin, Banjarmasin, kalimantan Selatan

Berangkatlah kami naik kapal klotok menuju keramaian pasar terapung, lalu menuju pulau kembang. Cerita tentang 2 tempat asyik ini akan ada di cerita error selanjutnya... ;)
Rombongan ke pasar terapung dan pulau kembang

Setelah selesai berpiknik dan bernarsis ria, hehe, di mana pun tempatnya, narsis itu wajib... :D, kami kembali pulang. Teman pak Jokosekeluarga kembali ke hotelnya, gue pulang ke hotel Montana, pak dan bu Joko pulang ke rumahnya (ya iyalaaah, pulang ke rumah siapa lagiiii... :D), dengan catatan pukul 12.30, gue akan dijemput untuk check out hotel, lalu ke Martapura, pasar souvenir, lalu ke bandara Syamsudin Noor, guna pulaaaaang menuju pelukan Ngka, Esa, dan Pink, 3 nyawa kecil terkasih... 

Seperti biasa gue upload foto di jejaring sosial, dan ternyata ada komentar dari seorang blogger asal Makasar, yang pernah mengadakan GA, mas +BlogsOf Hariyanto , yang ternyata sedang di Banjarbaru. Jadilah kopdar mendadak di hotel tempat gue menginap, sebelum gue meninggalkan hotel Montana. mas +BlogsOf Hariyanto , datang bersama seorang blogger yang ternyata adalah istrinya, mbak +Wieka Wintari , yang tinggal di Banjarbaru. Cerita kopdar ini juga akan ada di cerita selanjutnya... ;) Tapi yang jelas, rasanya WOW BANGEEEEET!! GA NYANGkA, TAPI NYATA...!! (ini dia pemilik GA yang gue ikut, tapi gue ga menang... :D)
blogger juga manusia... :D Selain cerita, narsis juga iya
 
Singkat cerita, sudah pukul 13.30, hedeh ga terasaaaa...!! kopdar pun selesai, gue saling berpamitan dengan blogger kompak ini, lalu kami pun berpisah. Martapura menunggu diusik dengan tawar menawar harga... Dan ternyata, dunia memang sempit, di Martapura pun kami bertemu lagi! Haha, kopdar lanjutan sejenak! Setelah dari Martapura, gue mampir makan ikan bakar yang mak bleg di perut :D kenyaaaaang!
muka kenyang...
kenyang, masih sempat narsis...

Waktunya ke bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin. Jakarta menunggu..., Bekasi menanti, kasapink dengan rindu yang penuh sudah mengusik hati berhari-hari... Di bandara sempat gelisah karena hp yang dibawa mulai low bat. Ada stop kontak, tapi semua ga berfungsi... Hingga akhirnya berkat perjuangan dan semangat membara, gue menemukan juga tuh stop kontak yang berfungsi, tapi sayangnya baru sebentar, penumpang Jakarta sudah harus naik ke pesawat.
Ayo pulang...!

Pesawat kali ini tanpa delay, dan tenang meluncur menuju Jakarta. Tapi sungguh, dalam hati ada rasa gelisah ingin segera tiba di rumah. Terbayang Pink yang tergolek ga bisa jalan, terbayang Ngka, Esa, Mama, Bapak, dan juga kamu... ;) (cuwit cuwiiiit...! Wah, bisa jadi gosip nih... Hahaha!!)

Menunggu adalah hal yang menggelisahkan. Damri ke perumahan tempat tinggal gue ga datang juga. Lumayan manyun nunggunya, tapi bagus juga sih, karena gue jadi sempat charging hp! Hahaha...! Lah kalau hp off, bagaimana caranya menghubungi Ngka untukmenjemput gue di perhentian nanti? Hnah, lamanya penantian berbuah Damri :D. Gue naik Damri, dan tiba juga di Giant Harapan Indah. Menunggu lagi... Ngka, dan Esa katanya mau menjemput, tapi kok ga ada juga ya? Gue telepon Ngka, eladalaaaah, ternyata Ngka ada beberapa meter dari tempat gue nongkrong (sumpe beneran posisi nongkrong!), cuma terhalang pedagang kopi. Hahaha!! Yuk kita kemon, Pink sudah menanti emak tercinta pulang...
 
Ah, Ngka, Esa, Pink, mama selalu cinta, rindu, dan akan selalu tersenyum untuk kalian... Nyawa mama adalah kalian bertiga... Luv u kasapink, deeply...
 
Sampai saat ini Pink belum bisa jalan, tapi gue merasa lebih tenang karena gue ada di rumah, melihat dan mendampinginya... Ngka, Esa, makasih dah menjaga Pink selama mama ga ada, juga dah menjaga Eyang kakung dan Eyang puteri...
 
27 Desember 2013-29 Desember 2013 adalah waktu kerja, dan piknik gratis dari kantor... Dan gue enjoy banget...
 
Luv u,
Salam senyum,
error