Saturday, 15 February 2014

Gue ikutan Galaksi Pungky Giveaway. Barusan aja gue baca tentang giveaway ini dari blog seorang teman. Penasaran, gue baca blognya Pungky.

Baca blog punya Pungky asik menurut gue. Bahasa yang mengalir ga ribet, mudah dicerna, dan yang jelas, yang bikin gue jadi asik bacanya, tulisan jujur yang ditulis. Ga ada jaim. Santai, jujur. Yang gue tahu, di sini, di negeri ini, kemunafikan jalan terus. Menghujat ini dan itu, padahal mereka lebih gelo dari yang dihujat.

Gue baca ada artikel tentang PSk yang menikmati hidup dengan baik. Malah lebih menikmati hidup dibanding siapa pun., lebih menikmati hidupnya dibanding yang Pungky rasa. Benar juga sih, nikmati hidup yang dijalani. Punya hidup llebih baik dari PSk? Ya, nikmati dengan baik.

Ada  tentang aborsi, sebuah pembunuhan tanpa suara, pembunuhan diam-diam, dan yang dibunuh pun cuma bisa diam... Sebuah cerita miris, tapi ini banyak terjadi di negeri ini.

Ada cerita tentang bulu mata syahrini yang dahsyat itu. Cerita tentang pembuatan tuh bulu mata, tentang pabriknya. Gue juga baru tahu dari artikel itu, ternyata pembuatannya hand made! Ga terbayang deh kalau harus bikin sendiri! Gue untuk menggunakan bulu mata palsu aja ga terbayang karena terbayang ribetnya, apalagi kalau harus bikin sendiri... Alamak, makasih :D

Fiksi yang ditulis menurut gue, oke. Itu cerita yang bagus untuk diangkat, tentang sex by chat. Baru ini gue baca ada fiksi mengangkat cerita begini, dan ini memang ada kok. Real nya ada kok yang begini.

Oh iya, ada artikel tentang teman Pungky yang seorang gay. Gue suka tulisan ini. Juga tentang sahabat Pungky yang berbeda keyakinan, dan mereka bisa bersama habiskan waktu berdua. Gue suka. Juga fiksi tentang cinta yang terhalang perbedaan. Jujur, gue suka blog punya Pungky. Dan hasilnya, gue join blognya, jadiin Pungky teman blog gue. Jadi ga usah susah-susah nyari blognya kalau gue mau baca tulisan Pungky yang terbaru.

Pungky menawarkan beberapa hadiah giveaway untuk pemenang nantinya. Ada beberapa buku, dan ada kaos cowok ukuran L. Gue tanya ke anak gue, Ngka, mending dapat hadiah apa ya kalau menang? Ternyata jawaban Ngka sesuai, sama persis dengan kata hati gue, walau dengan alasan yang berbeda. Mau tahu jawabannya? kaos! Ngka pengen dapat kaos itu, dan bisa dikenakan oleh Ngka juga Esa, kalau menang. Oh iya, Ngka itu nama anak gue yang sulung, dan Esa nama anak gue yang nomor 2. Ukuran kaos mereka sama, karena sama-sama suka mengenakan kaos kebesaran alias gombrong. Jadji, kaos ukuran L itu yang jadi pilihan. Gue memilih kaos ukuran L untuk jadi hadiah, karena berarti gue hemat biaya, ga perlu beli kaos lagi untuk anak gue :D

Ok, review nya segini aja deh ya, laptop dah mulai ditungguin sama anak gue yang sudah ga sabar mau pakai ni laptop.

Untuk Pungky, sukses selalu...

Salam senyum,
error

http://galaksipungky.blogspot.com/search/label/Galaksi%20Narsisus%20Expeliarmus

error,"GUSTI, :yang"

GUSTI,
aku memanggilnya
:yang

sepagi dingin tadi aku resah
menunggu kabar darinya, GUSTI
pernah aku berada dalam situasi yang sama,
dahulu...
lalu harus melepas dengan ikhlas
dan semua cerita yang menjadi sebuah novel hidup,
 berhenti,
walau masih berlangsung

ah GUSTI, itu mengiris hati...
dan tadi aku merasakan hal yang sama...

:jangan, jangan terulang

sepagi tadi sewaktu hujan berderai turun
dan dingin,
dan aku berkeringat
berteriak lemah dalam hati
mengusir cemasku sendiri
jangan pergi dariku...

dan lagi aku menyebutnya
:yang

matahari mulai nampak
dingin mulai diusik
tubuhku menggigil
padahal panas mulai menyerang bumi

dan aku lirih menyebutnya lagi
: yang

dan cemas masih menggema juga

aku tak berdaya, GUSTI
saat bersuara dalam hati
:ini kisah yang samakah dengan yang lalu...
lalu khusuk kumemohon padaMU
berharap sebuah suara menjawab
:aku ada untukmu

pasti kAMU juga tahu duhai GUSTI
hati berkecamuk setiap detiknya
tapi tetap berteriak
:yang

adakah dia mendengar?

tapi duh,
sungguh GUSTI,
ternyata cemas ini salah
:maaf

sekuntum bunga mawar datang
dengan pita sederhana
tapi jutaan
bahkan miliaran mawar
bermekaran
membalut hati
dengan indah
dan aku menyebutnya lagi
:yang, terimakasih

sehari ini bukan bayang yang menjenguk
juga bukan cuma getar suara yang mengetuk
tapi
:yang
dengan keseharian yang tanpa mengada-ada
lengkap dengan senyum
yang melebihi mekarnya mawar
yang tadi dibawanya
ada di sini...

ah GUSTI,
kesedehanaan ini yang kumau

:yang

apakah ada tertulis di bukuMU?
tentang namaku dan namanya
di sebuah kisah panjang
dalam berkatMU
dalam cinta
dan dalam doa...

GUSTI,
sekali lagi kupanggil dia
:yang

ah GUSTI,
seperti biasa aku masih boleh memohon, kan?
panggilkan dia
untukku
dan
panggilkan aku
untuknya
amin

#error, 14februari2014

Friday, 14 February 2014

error dan,"Lelah"

Lagu Smoke Gets in Your Eyes membangunkanku dari tidur yang tidak bisa dikatakan  lelap. Semalam tidurku gelisah. Aku kaget, dan langsung duduk saat lagu itu tertangkap oleh telinga.

Pusing, kepalaku pusing sejak beberapa hari yang lalu. Rasanya berat, dan berdenyut. Mungkin hanya faktor lelah.

Aku tidak tahu apa yang akan kutulis di blog pagi ini. Curhat aja kali ya... Curhat tentang apa? Hmm, tentang lelahku.

Siapa yang tidak pernah merasakan lelah? Pasti semua orang pernah merasakan lelah. Entah itu lelah secara fisik, atau bisa jadi lelah secara psikis. Lelah fisik? Istirahat. Lelah psikis? Ya isitirahat juga. Nah loh, istirahat psikis gimana caranya? Apa iya bisa psikis disuruh  rebah dan tidur, lalu lelah menghilang? Hehe, psikis berbeda dengan fisik, tapi juga sama. Halah, beda tapi sama, apa juga maksud tulisan ini? Mau tau? Hayuk deh kita obrolin tentang ini.

Psikis itu sama dengan fisik, bisa merasakan lelah. Sama dengan fisik, jangan berbeban berat. Dan juga sama dengan fisik, harus beristirahat.Sekarang bagaimana cara supaya tidak berbeban berat? Dan kalau sudah berbeban berat, apa yang harus dilakukan untuk beristirahat?

Meringankan beban yang ada dalam pikiran, tentunya tidak membebani psikis. Jangan terlalu banyak berpikir. Ada banyakhal yang harus dipikir, tapi juga ada banyak hal yang bisa tidak dipikirkan, ada banyak hal yang tidak seharusnya dipikir. Jangka panjang dan jangka pendek sebuah permasalahan, itu yang harus dipetakan. Pikir yang jangka pendek dulu, yang jangka panjang bisa menyusul nanti sesudah selsai tentang jangka pendek. Susah ya? Bisa kok kalau mau dicoba.
Siapa sih yang tidak punya masalah  hidup? Semua orang pasti punya masalah dalam hidupnya. Tapi bukan berarti masalah  itu dibawa setiap saat kan? Umpamakan masalah itu dengan tas ransel yang berisi penuh dengan berbagai macam keperluan kita. Berat, dan membebani. Punggung, tubuh kita pasti merasa lellah, dan sakit karena memanggul tas ransel tersebut. Ada kalanya kita melepaskan dan meletakkan tas ransel itu. Ya kan? lelah, dan membuat sulit bergerak bebas. Masalah pun sama seperti tas ransel yang berisi penuh, dan kita panggul itu. Ada saatnya kita harus meletakkannya, agar kita bisa bergerak bebas, dan tidak kelelahan. Jangan panggul semua masaah hidup di setiap detik yang ada. Peran kita sewaktu hidup di dunia amatah banyak. Peran sebagai teman, peran sebagai sahabat, peran sebagaoi saudara, peran sebagai anak, peran sebagai orangtua, peran sebagai pasangan hidup, peran sebagai kekasih, peran sebagai peverja, dan mamsih banyak lagi.  Bagaimana bisa menjalani semua peran itu dengan baik jika kita masih dibebani dengan masalah yang mengganggu seperti tas ransel yang berisi penuih yang selalu kita panggul itu? Letakkan, dan mulailah dengan ringan karena sudah meletakkan semua masalah yang ada untuk sebuah peran yang akan dijalani. Jangan dicampur adukkan antara masalah dalam peran yang satu ke peran yang lain. Jika sudah bisa meletakkan masalah tersebut, berarti kita beristirahat secara psikis. Ada waktunya untuk berpikir tentang masalah tersebut. Ada kalanya lah itu benar-benar melelahkan. Seperti yang kurasakan beberapa waktu ini. Dan kulepaskan beberapa hal yang membebani hati dan otak. Hal yang jika dipikir itu adalah sebuah kesempatan besar yang bagus untuk jalan karir, tapi itu kulepaskan, karena ada hal lain yang lebih membutuhkan konsentrasi pikiran.

Pagi ini aku duduk memandang luar rumah ditemani Ngka. Bersyukur bisa melepas rasa lelahku dengan berbincang ringan.

Salam pagi, senyum jangan pernah hilang...
error


 

Sunday, 9 February 2014

error dan Understanding Love,"Cinta itu adalah cinta"

Banyak orang sibuk bicara tentang cinta, mengobral kata cinta.  Sebenarnya cinta itu apa sih? Apakah cinta itu cuma sebuah rasa yang mudah diucap dan ditulis saja? Hmm, rasanya bukan deh. Aku sendiri bukan seorang pakar tentang cinta dan permasalahannya yang selalu dikulik, tapi aku punya pemahaman sendiri mengenai cinta.

Sering mendengar bahwa si A mencintai B, dan B kecewa lalu patah hati. Eh, patah hati atau patah cinta ya? :D . Cinta membawa sejumlah kekecewaan bagi sebagian orang yang merasa kecewa. Cinta memberi sejumlah sakit yang tak tertahankan untuk sebagian yang lain. Tersenyum dan tertawa karena cinta berbalas cinta, lalu menangis sejadi-jadinya hingga banjir memenuhi hidup, saat cinta berhenti di satu titik. Ah, cinta sebegitu kejamnyakah? Sedangkan cinta menjadi sumber kebahagiaan dan keceriaan yang tak henti dirasa oleh mereka yang merasakan cinta dengan rasa syukur yang dalam pada GUSTI.

Cinta menurutku adalah sebuah anugerah indah dari GUSTI. Cinta tak pernah salah, cinta tidak pernah menyakiti, cinta tidak akan pernah mengecewakan siapa pun. Anugerah indah yang dibingkiskan untuk kita itu untuk kita syukuri, dan kita jalankan, juga disikapi dengan cinta yang tulus juga ikhlas. GUSTI tidak pernah memberi hal buruk untuk ciptaanNYA. Saat keadaan memburuk, itu bukan karena cinta yang salah, tapi karena manusia yang tidak mau mengerti tentang cinta itu sendiri.

Cinta bukan berarti Gue cinta lo, dan lo juga harus cinta gue. Itu sih rampok namanya :D. Cinta itu ya cinta, dia mencintai kita atau tidak, ya itulah cinta, datang pada siapa pun dan untuk siapa pun. Jadi bisa saja cinta kita jatuh untuk orang yang juga mencintai kita, bisa juga tidak. Menangis? Ya wajar saja, tapi jangan lupa untuk mensyukuri rasa cinta yang sudah dianugerahkan pada kita. Bayangkan saja jika GUSTI mengambil seluruh rasa cinta yang ada, wew pasti seram! Cuma ada kebencian, dan itu merusak seluruh kehidupan. Seraaaam...!

Aku mencintai 3 nyawa kecilku yang dianugerahkan GUSTI padaku. Aku menyebut mereka nyawa kecilku, karena aku menjaga mereka dengan nyawa yang kupunya. Ngka, Esa, Pink, mereka adalah anak-anak yang mau mengerti tentang keadaan. Ya, cinta itu harus punya rasa untuk bisa dan mau mengerti tentang orang yang kita cintai.

Dan ini bapakku yang kucintai, dan telah wafat 9 Januari 2014 lalu, yang kucintai dengan kekuatan cinta yang juga dimilikinya.

Ini mama yang kucintai dengan seluruh hati...

Dan sebuah cinta yang datang tanpa bisa diprediksi

Cinta? Ya, cinta. Ada banyak cinta. Cinta pada orang tua, pada anak, pada orang yang disebut kekasih. Tapi semua membutuhkan hal yang sama, rasa saling mengerti. Bukan cuma sekedar kata cinta, tapi implementasi cinta itu sendiri seperti apa? Cinta yang mengekang dan membuat sesak nafas karena terlalu mengikat tanpa mau mengerti tentang yang dicintai, pastinya itu bukan cinta yang mau dan bisa mengerti. Tapi itu cinta yang egois. Cinta tidak akan pernah memaksa orang yang dicintai melakukan hal yang tidak diinginkannya. Cinta itu saling mengerti, bukan cuma mau dimengerti.

Saat aku mencintai seseorang, aku mencintainya dengan sebuah kepasrahan. Pasrah mencintainya, dalam arti aku mencintainya, dan berpasrah pada GUSTI, jika dia mencintaiku, berarti aku mendapat bonus anugerah dariNYA, tapi jika dia tidak mencintaiku seperti kumencintainya, aku menjalani cintaku sebagaimana cinta yang ada, sesuai porsi sebuah cinta...

Tidak akan pernah habis bicara tentang cinta, tidak akan pernah selesai mengupas tentang cinta. Yang jelas, cinta adalah anugerah, dan harus disikapi dengan cinta yang bijak...

Selamat menikmati anugerah cinta...

Salam Senyum,
error

http://gungrangga.blogspot.com/2014/02/giveaway-understanding-love.html



error dan puisi,"kangen"

:sekali lagi aku memanggilmu, way

mendekap bajumu yang tertinggal
duh, melepas kangen
ah, kangen ini tak berlogika...
:menangis aku dan kamu tak tahu...

ternyata
menunggumu hadir 
bukan cuma butuh kesabaran
tapi butuh banyak ramuan
sebagai penyembuh luka
yang menyayat  di jiwa

aku harus ikhlas
karena hadirmu mungkin tak akan pernah ada...
dan aku mengusap mata yang penuh dengan cerita
tentangmu...

-error, 9 feb 14, 02.47, mendusin-


Saturday, 8 February 2014

error,"GUSTI, aku bersedih"

GUSTI,
ada sedih di sini
hati tergenang banjir
padahal banjir di luar surutlah sudah

GUSTI,
kepulan asap rokok mengepul
menari menuju langit
aku memandang dengan tatapan kosong
inginnya ikut terbang bersama

GUSTI,
bahagia itu masih tetap ada
tapi tak bisa kutampik,
genangan di hati merembes lewat mata
dan tak jua kuhapus
aku hanya ingin merasakan air hati meleleh perlahan
lalu menyadarkanku
bahwa hidup ini masih berlangsung

GUSTI,
tawa dan tangisku sama-sama berjuang
untuk bisa membuatku tetap bisa menatap hari tanpa menunduk
:aku kalah, GUSTI
kalah oleh perjalanan
:aku menyerah, GUSTI
dan duduk sambil memejamkan mata
mengucap serangkaian kalimat
yang bukan memujiMU
tapi menangis padaMU

GUSTI,
jika hati bisa teriris,
jika jiwa bisa dipecah,
sedangkan yang kurasa saat ini adalah sisa kekuatan yang terseok

GUSTI,
entah apa lagi yang hendak kuucap padaMU
aku masih punya sejumlah senyum
yang kusimpan di lorong hati

GUSTI,
kepulan asap rokok menghilang seiring padam api
dan tangis masih ada
dan tawa masih tersisa
dan senyum,
ijinkan kubingkiskan untuk hidup di kehidupan
untukMU, ada sejumlah pelangi bernyanyi
berterimakasih padaMU
yang penuh sabar mendengarkanku...

-error-


 

error dan puisi,"Wayang-wayang Sang Dalang"

:GUSTI, aku menyerah kalah... 

aku duduk di sini tanpa bicara apa-apa
memandang panggung kosong
sedangkan pagelaran sudah dimulai
wayang itu ada dalam benakku 
kamu, aku, kita
entah berkisah tentang apa
rama shinta, hanoman, atau tentang punakawan
aku tak perduli lagi
bertempur sudah bukan waktuku...

kibaran bendera putihku 
di sudut hati, sudahkah kamu lihat? 
masih duduk di sini tanpa bergerak
membayangkan menonton wayang
dan menjadi wayang di pentas
aku bisu, aku tuli, dan aku buta
tapi aku bisa melihatmu!
aku bisa mendengarmu!
dan 
aku bisa melihatmu...
sayup-sayup
samar-samar
dan aku melenguh
aku kalah..

memanggilmu dalam hati yang kosong
kibaran bendera putih itu sebentar lagi berubah warna
sudah usang,lapuk didera air hujan 
lalu hanyut dibawa banjir
bendera kuning ada di tangan
haruskan kutancapkan perlambang duka di sini?
kematian seorang pecinta wayang
perlahan ditusuk belati cintanya sendiri

aku menyerah
aku kalah

bendera kuningku hampir berkibar
datang, beri aku sebuah kekuatan
jika dua bendera itu harus dibuang...

kutunggu 
di sini

di depan panggung kosong
pagelaran tanpa kisah berujung
tapi di sudut lain
Sang Dalang tersenyum
jemputlah aku
kita sambut senyumNYA berdua...

-error, dalam perjalanan wayang-




 

error dan puisi,"Tanpa judul dengan banyak aksara dalam hati"



:way

Apa jadinya bila menghilang semua yang ada..?
Apakah aku hanya akan diam atau menangis?
Apa jadinya jika semua ini terhenti?
Apakah aku akan berteriak atau hanya terhenyak?

Setangkup hati diam-diam menitikkan airmata
Lalu berubah menjadi samudera membentang
Mengalahkan luasnya hati
Menenggelamkan senyum yang pernah tercipta

Bayanganmu ada di sini
Tapi yang kumau bukan itu!
Sosokmu, ya sosokmu yang nyata
Ada di sini
Tetap bersamaku
Dalam suka
Dalam airmata
Dan itu adalah kebahagiaan bagiku
Tapi bagaimana jika itu terhenti?
Menghilang, dan tak akan pernah ada lagi?
lalu
Setangkup hati menjerit dalam diamnya sendiri…

-error, way-  

Friday, 7 February 2014

error dan puisi,"Wayang, aku, dan cinta"

wayang,
ya, aku memanggilmu wayang
sesuai dengan peranmu
juga memang itulah dirimu
wayang...

aku mencintaimu sebagaimana adanya wayang
di atas pentas, di dalam kotak dalang
kamu tetaplah wayang
yang membawa seluruh rindu
yang mengirim harapan cerita tanpa henti

aku mencintaimu seperti cerita bumi dan langit
yang dipisah jarak, tapi tetap berhubungan
tak bersisian, tapi tetap berpandangan
aku mencintaimu lebih dari sekedar kata...

wayang,
ya, kamu adalah wayang
dan aku mencintaimu...


-error-

    
 


  

Wednesday, 5 February 2014

error,"Penantian"

Mempertanyakan rasa yang menjadi sumber banyak rasa adalah hal yang ga menyenangkan... Rasa cinta. Ya, saat aku menyadari bahwa aku mencintaimu, rasanya ada gejolak rasa bersalah. Aku menambah masalah dalam banyaknya masalahmu. Maafkan aku... Semua rasa yang ada sama sekali tidak kurekayasa, tidak kuperindah. Semua berjalan biasa, amat biasa, dan berjalan apa adanya. Aku tidak meminta Tuhan menebar rasa kasih ini dalam hatiku untukmu... Tetiba rasa ini ada, dan baru kusadari saat aku benar-benar takut kehilanganmu... Maaf, maafkan aku...

Aku tidak pernah meminta seorang yang lebih dari sempurna. Bagiku, kamu adalah sebuah karya sempurna. Emosimu, cemburumu, perhatianmu, kasih sayangmu, dan kemanjaanmu adalah bagian dari kesempurnaan yang membuatku merasa berarti. Baru kusadari ternyata adalah ringan saat kita bersama melangkah, ringan saat menghadapi segala sesuatu berdua. Selalu saja kamu mendampingiku, dalam setiap susahku. Dan juga selalu bersamaku membagi senyum, berbagi canda. Aku tidak meminta yang lebih dari kesempurnaanmu...
 
"Aku tidak akan pernah bisa berjanji apa pun padamu. Tapi aku akan buktikan padamu tentang cintaku, tentang apa yang akan jadi masa depan kita. Aku tak berani berjanji, dan tak akan berjanji apa pun. Satu hari nanti aku akan menjemputmu menjadi satu hati denganku", katamu padaku saat itu.

"Aku cuma sebuah titik, tapi titik itu akan menjadi sumber segala goresan dalam hidup kita", ujarmu di saat lain.

"Aku mencintaimu tulus. Aku hanya berbuat apa yang aku bisa perbuat untukmu", ini juga ucapanmu.

"kamu layak bahagia, kamu harus bahagia. Bukan cuma orang-orang yang di dekatmu yang berbahagia, tapi kamu juga harus berbahagia", kamu berkata itu saat mendengar doaku untuk orang-orang yang kucintai.

Binar matamu membuatku ingin selalu berada dalam naungan cahayamu. Tidak menyilaukan, menerangi hari. Tawamu membuat lunak kerasnya hati. Candamu membuat geram lenyap. Hal apalagikah yang bisa membuatku rindu padamu? Ah ya, cemburumu yang membuat airmataku deras turun tapi tertahan oleh egoku, lalu sadarku masuk dalam hati, dan membuatku meminta maaf padamu...Caramu memanjakanku, ya, caramu memanjakanku yang menyadarkanku bahwa aku seorang perempuan! Banyak hal kamu membantuku, mendampingiku dalam saat sulit yang biasanya kulewati sendiri.

"Aku bukan seorang lelaki yang bisa melihatmu seorang perempuan mengerjakan hal

berat sendiri. Biar aku saja yang mengerjakan", saat kamu melihatku sibuk dengan segala hal sendiri, mengurus segala sesuatu sendiri.

Cinta. Menemukanmu dalam rasa cinta adalah sebuah anugerah tersendiri untukku. Mencintai adalah sebuah rasa anugerah dari Tuhan, dan dicintai oleh orang yang kucintai adalah sebuah anugerah bonus dari Tuhan, dan dua anugerah ini datang untukku, bingkisan dari Tuhan untukku. Semoga rasa ini tidak salah, semoga rasa yang aku rasakan darimu juga tidak salah. Semoga rasa yang ada ini bukan sebuah intermezzo hidup, tapi untuk selamanya. Itu harapan juga doaku untukmu, untukku, untuk kita. Ya, kita... Semoga saja...

"Sabar, kita hanya butuh bersabar...", itu yang tak akan pernah kulupa. Tak pernah surut kamu menyemangatiku.

Aku selalu menunggumu dalam penantianku dan dengan cintaku. Aku berharap, kamu benar-benar datang dalam rasa yang sama.

Jika rindu datang, semoga kamu tahu, itu adalah milikku...

***


 

Tuesday, 4 February 2014

error,"Toy"

"Aku tidak akan berjanji apa pun padamu. Aku cuma punya sebuah titik kecil, bukan goresan-goresan yang indah. Tapi titik kecil ini adalah awal dari semua goresan yang akan kita buat bersama dalam hidup". Sebuah untaian kalimat tanpa janji, yang mampu membuatku tersenyum kecil saat membacanya. So sweet, jika saja itu adalah kalimat yang dilontarkan untukku. Tapi sayangnya bukan. Itu kalimat yang kubaca dari sebuah buku tua di perpustakaan. kalimat yang ditulis dengan karakter tulisan halus.

"Buku inikah yang akan kamu pinjam?", tanya petugas perpustakaan padaku, dan kujawab dengan anggukan kecil. tanpa menoleh padaku, sambil mencatat buku yang kupinjam, dia bercerita bahwa buku itu adalah sumbangan dari seorang pria yang murah senyum, dan menyenangkan, bernama Toy. Sebenarnya buku itu akan dipersembahkan untuk perempuan yang dicintainya, Ror. Oops, aku terkejut mendengar itu. Ror adalah nama mamaku. Toy? Mama tidak pernah bercerita tentang lelaki yang bernama Toy di masa lalunya. Toy? Siapa dia? Apakah Toy adalah ayahku? Aku berpikir keras. HIngga aku terkejut saat petugas itu menjawil tanganku, mengatakan bahwa sudah selesai.

Perjalanan menuju rumah mengendarai sepeda yang biasanya kunikmati, sekarang menjadi berbeda. Toy, nama itu menghantuiku. Ayah, aku tak tahu siapa ayahku. Mama berkata, ayahku seorang yang baik, mencintai dan menyayangi mama dengan baik, hanya perbedaan prinsip yang memaksa semua menjadi berpisah, dan ayah tak tahu ada di mana. Dua kubu keluarga memisahkan mereka, termasuk aku. Ah, apa Toy adalah ayahku? Aku tertawa sendiri saat menyadari bahwa pikiranku adalah pikiran yang konyol. Aku berpikir bahwa Toy adalah ayahku, hanya karena aku menyukai kalimat yang ditulis tangan di halaman terdepan buku yang kupinjam.

"Mamaaaa..."

"Ya, sayang"

"Aku meminjam buku dari perpustakaan lagi. Ada tulisan bagus di halaman terdepan. Aku ingin mama membacanya. Amat indah, Ma", ujarku sambil mengangsurkan buku yang tadi kupinjam dari perpustakaan. Mama tersenyum, dan mengambil buku itu, lalu kulihat mama tercekat saat membacanya.

"Oh ya?"

"Ya, Ma. Menurut petugasnya, itu sumbangan dari seorang pria bernama Toy, untuk Ror, perempuan yang dicintainya. Ma, Ror itu Mama? Lalu siapa Toy? Ayahkukah?"

Mama tersenyum tak menjawab.

"Siapa Toy?"

"Toy? Dia ayahmu. Toy adalah nama panggilan ayahmu... Entah ada di mana dia sekarang"

"Ayah mencintaikukah?"

"Pasti"

"Ayah mencintai Mamakah?"

"Ya"

"Mengapa dia tidak mencari kita?"

"Ayahmu entah pergi kemana sejak peristiwa itu"


Aku terdiam mendengar penjelasan mama, dan terdiam karena melihat mata mama yang berkaca-kaca menahan airmata. Mama mengusap matanya, lalu tersenyum, sambil berkata,"Yang melegakan mama, yang menguatkan mama selama ini adalah satu rasa yang mama miliki untuk Toy, ayahmu. Mama mencintainya sepenuh hati mama, menyayanginya dengan tulus, dan mama menunggunya datang menjemput kita".

Cinta? Ah, rasa yang tak bisa kumengerti. Cinta mama pada ayahku, Toy, dan cinta ayah, Toy pada mama. Mengapa mereka berpisah dan tak pernah bertemu lagi jika memang saling mencintai? Mengapa mereka tidak memperjuangkan cinta yang mereka punya? Mengapa mereka tidak memperjuangkan aku, buah cinta mereka? Mengapa ayah pergi? Mengapa ayah tak berkabar? Mengapa mama masih saja tidak berhenti menunggu ayah? Banyak kalimat tanya berdengung di otakku, dan membuatku pusing. Banyak hal tak kumengerti tentang rasa cinta. Tapi kuberharap, ayahku, Toy, datang pada kami, dan mendekap kami dalam kasih yang tak akan pernah berhenti. Amat membahagiakanku, ternyata kalimat indah yang ada di dalam buku yang kupinjam adalah kalimat indah dari ayah untuk mama... Tiba-tiba semua terasa berputar, dan kudengar mama berteriak memanggil namaku, sedangkan dunia makin gelap dalam pandanganku...


*****




Sunday, 2 February 2014

error,"Anak lanangku"

Anak lanangku,
bangunlah
dan
bergerak
tanpa keluh
tersenyumlah
pada TUHANmu,
pada dirimu,
pada bayanganmu,
pada udara yang berhembus
pada dinding yang dingin
pada apa pun
pada siapa pun
tunjukkan pada jiwa
semangatmu lebih dari sekedar hidup
beritahu pada darah yang mengalir di tubuh
kasih cinta lebih banyak dari hitungan pori-pori di kulit

Anak lanangku,
duduk sini bersamaku,
kita sama-sama tersenyum dan bersyukur
ada kehidupan yang hidup
dalam hidup yang kita punya...

-error-

  






error,"GUSTI, hujannya..."

GUSTI,
hujannya belum berhenti juga,
hujannya masih berderai di depan rumah
hujannya tetap menggenang di sudut teras
dan
hujannya mengantarkan harapku tentang dia padaMU

GUSTI,
hujannya masih deras
hujannya berteriak lantang di teras rumah
hujannya mengaburkan teriakanku yang menyebut namanya
dan
hujannya merancukan rindu juga cinta dan harapan yang putus

GUSTI,
hujannya tersenyum
bersama doaku
tentangku dan tentangnya
yang berderai dalam harap padaMU

-error-

error,"Pada GUSTI"

GUSTI,
bersama air yang turun di malam ini
bolehkan aku meminta?
kasih cinta yang juga kAMU turunkan untukku
biarlah membanjir penuhi hidupku
tapi jangan pernah surut...

GUSTI,
bersama titik air hujan yang penuhi teras rumahku
bolehkan aku memohon?
beri jalan terindah untuk kasih cintaku
agar tetap bisa bersama
tidak seperti banjir yang pergi lenyap menghilang dari hadapanku

GUSTI,
bersama dinginnya airMU yang melimpah di depan jalan rumahku
bolehkan aku bertanya?
hangat kasih cinta ini, yang dibingkiskan dalam hidupku,
bukankah ini untuk seumur hidupku?
aku memohon, ini bukan seperti banjir
aku memohon, ini ada untuk selamanya

GUSTI,
jika memang sebuah takdir tak bisa diganggu gugat,
bolehkan aku tersenyum?
karena takdirku adalah bersamanya...
amin...


-error-