Friday, 27 June 2014

GUSTI, kumemanggilMU...

GUSTI, ku memanggil MU

March 27, 2012 at 4:40pm
GUSTI...
aku diam duduk
di sudut ruang hati
melepas segala resah
yang kupunya

GUSTI...
kududuk diam-diam
menghitung usang cerita
tertata rapi

kumpulan cerita
yg kubaca
selesai sudah
dan
ada buku jilid barukah?

GUSTI...
kumemanggilMU
diam-diam

apakah buku ini harus dibaca habis?
atau
ditutup sebelum halaman terakhir?
atau
halaman akhir cerita hanya sampai di sini,
dan
selanjutnya cuma halaman kosonk
tanpa lanjutan cerita...

GUSTI...
kumenatapMU
yang tersenyum
memandangku
diam

ijinkan
senyumMU
merebak
di hidup ku
dan
tiga nyawa kecilku
amin



error, revisi 27 Juni 2014, harapan indah, berharap menjadi indah...

GUSTI, eh...

GUSTI,
tau ga,
aku tadi ngebut loh...
menuju rumah
dari tempatku bekerja

putriku demam, ya GUSTI...

GUSTI,
tau ga,
aku tadi menangis loh...
dan pandanganku jadi terhalang
tapi tetap bisa fokus ke jalan

GUSTI,
tau ga,
aku tadi mengajakMU berbincang
di antara fokusku ke arah jalan
di antara debu yang mampir ke tubuh
di antara angin yang menerpa
di antara airmata yang melekat erat
ya,
aku mengajakMU sharing
tentang resahku
tentang gemetarku
tentang khawatirku 
tentang segala rasaku
juga
tentang usahaku menjadi pasrah
atas hidup
atas mati
atas sehat
atas sakit
atas semuanya

GUSTI,
nyatanya aku masih tetap tersenyum
juga bisa tertawa
dan bernyanyi

ah,
pasti karenaMU

GUSTI,
aku didengar olehMU

GUSTI,
ah,
GUSTI tau...
semua yang terjadi...

hmm, 
aku ga nangis lagi
aku ga resah lagi
aku ga gemetar lagi
juga ga khawatir lagi

karena
kasihMU mendampingi

kecup dan pelukku
juga kasihku
bagiMU...

amin...

eh GUSTI,
nanti 
aku mau cerita lagi...
dengarkan lagi ya...

ah, GUSTI memang Baik...


# error, 27 Juni 2014, Harapan Indah, dalam senyum membaca cerita hati sendiri...


GUSTI, ini aku...

GUSTI,
aku
masih duduk
di sini
seperti biasa
memegang bukuMU
diam
dan
berusaha
menyimak
suaraMU

GUSTI,
begitu banyak bahagiaMU
hadir
dalam
hidupku
tapi
airmata ini
masih saja
mengalir...

GUSTI,
jangan pernah pergi ya...
tetaplah tinggal  di sini
dalam detak jantung
dalam helaan nafas
dalam denyut nadi
dalam aliran darah
dalam airmata
dalam senyum
dalam seluruh cerita hati...

GUSTI,
aku datang
dengan senyum
dan mata yang sembab
kan tadi aku menangis...
GUSTI juga tahu kan?
karena
aku merasakan
tanganMU mengusap airmataku...

GUSTI,
jangan lupa ya...
dekapanMU
cintaMU
kasihMU
setiaMU
tetap ada di sini...

dan
GUSTI,
malaikat di sisiku,
yang menemaniku dalam doa
dan
yang menemaniku hening
dalam halaman bukuMU
ikut mengucap
amin
bersama
dengan
amin
yang kuucap...

# error, 27 Juni 2014, Harapan Indah, dalam harap dan doa...