Monday, 29 September 2014

error bercerita,"Pindah!"

Ada keinginan pindah sejak lama, tapi belum bisa terlaksana karena bap (sebutan untuk Bapak gue), disusul mama sakit, dan kemudian berlanjut terus, hingga bap meninggal, dan masih ada lanjutan cerita yang ga usah diceritakan di sini. Menjelang hari H kepindahan, Ngka, Esa, mulai sibuk menyicil barang kepindahan. Hwehehe, cuma baju-baju aja sih, karena kami memang ga punya apa-apa sih. Setiap gue pulang kerja, mereka dibantu dua sahabat Ngka, Resen dan Yoshua, menyicil baju untuk pindah ke rumah yang baru (makasih ya Sen, Yos :) ). Rumah kontrakan mungil, yang cukup untuk kami berempat, Ngka, Esa, Pink, dan gue. Dan akhirnya, tralalala, hari H-pun tiba! Yuk pindaaaah...!

Pink ceria di tempat baru

 Depan rumah kontrakan mungil yang kami tempati ada pohon jambu air, dan persis di depan sawah. Anginnya alamaaaak, deras sekali. Waktu untuk menjemur pakaian yang barusan dicuci, ga lama, jreng jreeeeng, olala, kering! 

                                Pink di depan rumah, pohon jambu air, dan di pinggir sawah

Yang amat membahagiakan hati, karena Ngka, Esa, Pink, menikmati kepindahan di tempat baru ini. Canda tawa, obrolan riang, senandung-senandung selalu terdengar di tempat baru ini. Gue bahagia melihat, mendengar kebahagiaan terpancar dari Ngka, Esa, Pink.  

                           Esa dan Pink, berdua bercanda di rumah

Karena tempat baru ini agak jauh dari sekolah Esa, maka setiap pagi Esa diantar ke sekolah oleh Ngka, agar tidak terlambat. Bahagia sekali melihat keakraban ini.

Ngka mengantar Esa berangkat ke sekolah setiap pagi

Oh ya, pohon jambu air depan rumah yang tadi gue ceritakan, setiap hari berbuah. Ga banyak, tapi buahnya ga pernah habis.

                                                             Pink dan panen jambu air

Ya, sudah sebulan Ngka, Esa, Pink, dan gue, di tempat baru ini. Rasanya? Ya, bahagia...


Salam Senyum,
error